Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan: Syarat, Dokumen, dan Prosedur Terbaru 2026

AKURAT.CO Banyak pekerja baru menyadari pentingnya cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan setelah resign, terkena PHK, atau butuh dana darurat. Masalahnya, tidak sedikit pengajuan klaim gagal hanya karena dokumen kurang lengkap atau status kepesertaan masih aktif.
Padahal, dana Jaminan Hari Tua (JHT) sebenarnya bisa dicairkan dengan proses relatif cepat — bahkan hanya 1–3 hari kerja jika syaratnya terpenuhi. Kuncinya adalah memahami aturan pencairan sejak awal agar tidak bolak-balik mengurus berkas.
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan secara online maupun offline dengan memenuhi syarat pencairan JHT.
Langkah utama pencairan:
-
Pastikan status BPJS sudah nonaktif
-
Siapkan dokumen seperti KTP, KK, KPJ, dan rekening
-
Ajukan klaim melalui:
-
Aplikasi JMO
-
Website Lapak Asik
-
Kantor BPJS Ketenagakerjaan
-
Estimasi pencairan:
-
Saldo < Rp10 juta: sekitar 1–3 hari kerja
-
Saldo > Rp10 juta: sekitar 3–5 hari kerja
Dana akan langsung ditransfer ke rekening peserta setelah verifikasi selesai.
Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan JHT
Pencairan dana JHT dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu pencairan sebagian dan pencairan penuh.
Pencairan Sebagian (Masih Aktif Bekerja)
Peserta masih bekerja dapat mencairkan sebagian saldo jika:
-
Kepesertaan minimal 10 tahun
-
Maksimal 10% saldo untuk persiapan pensiun
-
Maksimal 30% saldo untuk pembelian rumah
Dokumen yang dibutuhkan:
-
Kartu BPJS Ketenagakerjaan
-
KTP dan KK
-
Surat keterangan masih bekerja
-
Buku tabungan
-
NPWP (jika ada)
Peserta hanya dapat mengajukan pencairan sebagian satu kali saja.
Pencairan Penuh BPJS Ketenagakerjaan
Dana BPJS bisa dicairkan 100% jika peserta:
-
Resign atau berhenti bekerja
-
Terkena PHK
-
Pensiun
-
Cacat total tetap
-
Meninggal dunia (oleh ahli waris)
-
Pindah ke luar negeri permanen
Pengajuan biasanya bisa dilakukan minimal 1 bulan setelah berhenti bekerja.
Dokumen umum:
-
Kartu BPJS Ketenagakerjaan
-
e-KTP
-
Kartu Keluarga
-
Buku tabungan
-
NPWP (jika ada)
-
Surat berhenti kerja atau paklaring (jika tersedia)
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online lewat HP
Metode online menjadi pilihan paling praktis karena bisa dilakukan tanpa datang ke kantor.
1. Melalui Aplikasi JMO
Langkah pencairan:
-
Download aplikasi JMO
-
Login menggunakan email
-
Pilih menu Klaim JHT
-
Upload dokumen
-
Verifikasi wajah
-
Kirim pengajuan
Metode ini cocok untuk saldo kecil dan prosesnya relatif cepat.
2. Melalui Website Lapak Asik
Cocok untuk saldo besar atau pencairan sebagian.
Langkah-langkah:
-
Masuk ke situs Lapak Asik
-
Isi data diri dan nomor KPJ
-
Upload dokumen
-
Ikuti wawancara online
-
Tunggu pencairan
Biasanya dana cair dalam beberapa hari kerja setelah verifikasi.
3. Datang Langsung ke Kantor BPJS
Metode ini cocok bagi peserta yang mengalami kendala data.
Prosesnya:
-
Datang ke kantor BPJS terdekat
-
Ambil nomor antrean
-
Verifikasi dokumen
-
Tunggu transfer dana
Metode ini relatif aman jika dokumen peserta perlu dicek langsung.
Dokumen Pencairan BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Disiapkan
Dokumen yang paling sering diminta saat klaim JHT adalah:
-
Kartu peserta BPJS (KPJ)
-
e-KTP
-
Kartu Keluarga
-
Buku tabungan
-
NPWP (jika ada)
Dokumen tambahan:
-
Paklaring atau surat berhenti kerja
-
Surat aktif bekerja (untuk pencairan sebagian)
-
Dokumen KPR (untuk pencairan 30%)
Data yang tidak sesuai sering menjadi penyebab utama klaim ditolak.
Berapa Lama BPJS Ketenagakerjaan Bisa Cair?
Lama pencairan tergantung saldo dan metode pengajuan.
Estimasi umum:
-
< Rp10 juta: sekitar 1 hari kerja setelah verifikasi
-
> Rp10 juta: maksimal 5 hari kerja
Waktu bisa lebih lama jika:
-
Dokumen kurang lengkap
-
Data tidak cocok
-
Kepesertaan masih aktif
Kesalahan Umum Saat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan
Banyak peserta gagal mencairkan JHT karena kesalahan sederhana seperti:
-
Status BPJS belum nonaktif
-
NIK tidak sesuai
-
Nama berbeda dengan rekening
-
Dokumen kurang lengkap
Masalah kecil seperti perbedaan satu huruf pada nama bisa menunda pencairan hingga berminggu-minggu.
Kenapa Banyak Orang Baru Mencairkan BPJS Saat Terdesak?
Bagi sebagian pekerja muda, BPJS Ketenagakerjaan sering dianggap sekadar potongan gaji bulanan. Dana JHT baru terasa penting saat kondisi ekonomi tidak stabil atau setelah kehilangan pekerjaan.
Ironisnya, dana yang seharusnya menjadi tabungan masa depan justru sering habis dalam waktu singkat karena dicairkan tanpa rencana. Ini membuat banyak pekerja kembali ke titik awal tanpa perlindungan finansial.
Contoh Kasus Nyata
Rudi, karyawan swasta usia 28 tahun, mengundurkan diri dari pekerjaannya dan berencana mencairkan BPJS sebesar Rp8 juta.
Awalnya pengajuan ditolak karena status kepesertaan masih aktif di sistem perusahaan lama. Setelah HRD menonaktifkan kepesertaan dan Rudi menunggu satu bulan, pengajuan melalui aplikasi JMO akhirnya disetujui.
Dana masuk ke rekeningnya hanya dalam dua hari kerja.
Kasus seperti ini sangat umum terjadi pada pekerja yang baru pertama kali mencairkan JHT.
Kenapa Penting Memahami Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan?
Dana JHT sering menjadi penyangga keuangan terakhir ketika seseorang kehilangan pekerjaan atau berpindah karier. Tanpa memahami prosedur pencairan, proses yang seharusnya cepat bisa menjadi berlarut-larut.
Bagi pekerja usia produktif, BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya jaminan hari tua, tetapi juga bantalan ekonomi di masa transisi kerja yang semakin tidak pasti.
Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih penting bukan sekadar bagaimana mencairkan BPJS — tetapi apakah dana itu benar-benar digunakan untuk memperkuat masa depan atau hanya habis untuk kebutuhan sesaat.
Pantau terus perubahan aturan BPJS Ketenagakerjaan agar Anda tidak tertinggal informasi penting.
Baca Juga: Menko PM Minta BPJS Kesehatan Benahi Politik Anggaran: Jangan Lagi Ada Defisit
Baca Juga: Profil dan Kekayaan Prihati Pujowaskito: Dirut BPJS Kesehatan Baru dengan Harta Rp7,07 Miliar
FAQ
Apakah BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan tanpa resign?
BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa dicairkan tanpa resign, tetapi hanya sebagian saldo JHT saja. Peserta yang masih aktif bekerja dapat mengajukan pencairan maksimal 10% untuk persiapan pensiun atau 30% untuk kebutuhan perumahan, dengan syarat kepesertaan minimal 10 tahun. Pencairan penuh BPJS Ketenagakerjaan umumnya hanya bisa dilakukan setelah peserta tidak lagi bekerja.
Berapa lama BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan setelah resign?
Pencairan BPJS Ketenagakerjaan biasanya dapat diajukan minimal satu bulan setelah resign atau setelah status kepesertaan dinonaktifkan oleh perusahaan. Jika dokumen lengkap dan data sesuai, dana JHT biasanya cair sekitar 1–5 hari kerja tergantung jumlah saldo dan metode pengajuan klaim.
Apakah pencairan BPJS Ketenagakerjaan harus pakai paklaring?
Pencairan BPJS Ketenagakerjaan tidak selalu harus menggunakan paklaring karena dalam beberapa kasus dokumen tersebut tidak lagi menjadi syarat wajib. Namun, surat keterangan berhenti kerja tetap disarankan karena dapat membantu mempercepat proses verifikasi data peserta saat mengajukan klaim JHT.
Bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat HP?
Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat HP bisa dilakukan melalui aplikasi JMO dengan login menggunakan email dan nomor KPJ. Peserta hanya perlu mengunggah dokumen seperti KTP, KK, dan buku tabungan, kemudian melakukan verifikasi wajah sebelum mengirim pengajuan klaim JHT secara online.
Apakah BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan semua sekaligus?
Saldo BPJS Ketenagakerjaan dapat dicairkan 100% jika peserta sudah tidak bekerja, terkena PHK, memasuki usia pensiun, atau pindah ke luar negeri secara permanen. Jika masih bekerja, peserta hanya dapat mencairkan sebagian saldo sesuai ketentuan program Jaminan Hari Tua (JHT).
Kenapa pengajuan pencairan BPJS Ketenagakerjaan sering ditolak?
Pengajuan pencairan BPJS Ketenagakerjaan sering ditolak karena data peserta tidak sesuai atau dokumen belum lengkap. Masalah yang paling sering terjadi adalah status kepesertaan masih aktif, perbedaan nama pada rekening bank, atau nomor NIK yang tidak cocok dengan data BPJS sehingga proses verifikasi tidak bisa dilanjutkan.
Apakah saldo BPJS Ketenagakerjaan bisa dicek sebelum dicairkan?
Saldo BPJS Ketenagakerjaan dapat dicek sebelum pencairan melalui aplikasi JMO, SMS layanan BPJS, atau kantor cabang terdekat. Pengecekan saldo JHT penting dilakukan agar peserta mengetahui jumlah dana yang akan dicairkan sekaligus memastikan data kepesertaan sudah benar sebelum mengajukan klaim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









