Akurat

Siapa Dwi Sasetyaningtyas? Alumni LPDP yang Diminta Kembalikan Dana Beasiswa

Titania Isnaenin | 23 Februari 2026, 13:33 WIB
Siapa Dwi Sasetyaningtyas? Alumni LPDP yang Diminta Kembalikan Dana Beasiswa
Dwi Sasetyaningtyas. (Sumber: Instagram)

AKURAT.CO Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menjadi sorotan publik setelah videonya yang menyinggung status kewarganegaraan Indonesia viral pada Februari 2026​.

​Pernyataan kontroversialnya mengenai paspor anak dan status Warga Negara Indonesia (WNI) memicu gelombang kritik dan kekecewaan di kalangan warganet. ​

Polemik ini berujung pada tuntutan pengembalian dana beasiswa LPDP yang pernah diterimanya.

Latar Belakang Dwi Sasetyaningtyas

​Dwi Sasetyaningtyas merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2008.'

​Setelah menyelesaikan studi sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister (S2) di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, dengan jurusan Sustainable Energy Technology. ​

Pendidikan S2 ini dibiayai sepenuhnya oleh negara melalui skema beasiswa LPDP pada tahun 2015.

​Ia dikenal sebagai pegiat gaya hidup berkelanjutan dan merupakan pendiri platform Sustaination. ​

Dwi Sasetyaningtyas juga dikabarkan sedang menempuh studi doktoral (DPhil) di University of Oxford, Inggris, mendampingi suaminya yang juga sedang menempuh studi S3 di kampus yang sama. ​Studi S3 yang sedang dijalaninya ini tidak menggunakan dana dari LPDP.

Baca Juga: Puasa Tapi Seharian Main HP, Apakah Dapat Pahala?

Kontroversi dan Pernyataan Viral Dwi Sasetyaningtyas

​Kontroversi bermula pada pertengahan Februari 2026 ketika Dwi Sasetyaningtyas mengunggah momen penerimaan paspor Inggris untuk anak keduanya.

"Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. ​Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ucap  Dwi Sasetyaningtyas yang kemudian viral di media sosial. ​

Pernyataan ini dianggap merendahkan identitas kewarganegaraan Indonesia dan memicu perdebatan mengenai etika serta tanggung jawab moral sebagai penerima beasiswa negara. ​

Warganet menilai narasi tersebut kurang bijak disampaikan oleh seorang awardee LPDP, mengingat beasiswanya dibiayai oleh negara.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

​Menanggapi gelombang kritik, Dwi Sasetyaningtyas memberikan klarifikasi tertulis pada Kamis (20/2/2026), dan menyatakan telah menuntaskan kewajiban pengabdiannya kepada Indonesia selama enam tahun, terhitung sejak 2017 hingga 2023. ​

Secara administratif, ia menegaskan tidak melanggar kontrak hukum dengan negara.

​Ia juga telah meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi, mengakui pernyataannya lahir dari rasa lelah dan frustrasi pribadi tanpa niat merendahkan kedaulatan negara.

Respon LPDP dan Kementerian Keuangan

​Pihak LPDP menyayangkan tindakan Dwi Sasetyaningtyas yang tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa. ​

Meskipun secara hukum kewajiban pengabdian telah terpenuhi, LPDP menegaskan bahwa nilai-nilai nasionalisme dan integritas tetap menjadi poin utama yang diharapkan dari setiap alumni.

​Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga turut menyoroti kasus ini dan menyesalkan sikap Dwi Sasetyaningtyas.

​Ia memastikan bahwa Direktur Utama LPDP telah berbicara dengan suami Dwi Sasetyaningtyas, dan disepakati untuk mengembalikan semua dana beasiswa yang telah diterima dari LPDP.

​Purbaya menyatakan bahwa pihaknya masih akan menghitung jumlah dana yang harus dikembalikan, lengkap dengan bunga yang ada.

​Selain itu, Purbaya mengultimatum akan melakukan blacklist terhadap yang bersangkutan, sehingga tidak dapat bekerja di lingkup pemerintahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.