Akurat

PBNU Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump

Lufaefi | 4 Februari 2026, 07:00 WIB
PBNU Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif internasional yang dibentuk untuk mendorong perdamaian di Palestina. Dukungan tersebut disertai pesan agar Indonesia tetap konsisten membela kemerdekaan dan keselamatan rakyat Palestina.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan, PBNU memahami pertimbangan strategis Presiden Prabowo dalam menjalankan diplomasi internasional, namun mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam arus politik global yang justru merugikan Palestina.

“Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina,” kata Yahya Cholil Staquf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: PBNU: Pernyataan Dahnil Anzar Tak Beradab Saat Tanggapi Kritik Anwar Abbas soal Layanan Haji

Gus Yahya menjelaskan, pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan 16 pimpinan organisasi masyarakat Islam dan tokoh pesantren. Dalam pertemuan itu, Presiden memaparkan sejumlah kebijakan luar negeri yang dinilai realistis dan memiliki dampak konkret, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace yang melibatkan konsolidasi dengan negara-negara Timur Tengah.

“Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina,” ujar Gus Yahya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjalankan misi tersebut dengan kewaspadaan tinggi dan prinsip yang tidak bisa ditawar. Fokus bantuan, kata Gus Yahya, tidak hanya tertuju pada Jalur Gaza, tetapi juga akan dikembangkan untuk menjangkau rakyat Palestina di wilayah Tepi Barat.

“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza, tetapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” kata Gus Yahya.

Baca Juga: Rais Aam dan Gus Ipul Tak Hadir Harlah 1 Abad NU, PBNU Masih Retak?

Dukungan PBNU ini dinilai mencerminkan sinergi antara ulama dan pemerintah dalam mengawal peran Indonesia di panggung politik global, khususnya dalam isu kemanusiaan dan upaya perdamaian bagi Palestina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.