Akurat Logo

Rais Aam dan Gus Ipul Tak Hadir Harlah 1 Abad NU, PBNU Masih Retak?

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Februari 2026, 07:38 WIB
Rais Aam dan Gus Ipul Tak Hadir Harlah 1 Abad NU, PBNU Masih Retak?

AKURAT.CO Ketidakhadiran Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam puncak peringatan Harlah 1 Abad NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026), memunculkan pertanyaan soal soliditas internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjelaskan, absennya Rais Aam bukan karena faktor organisasi, melainkan alasan kesehatan. Menurut Yahya, KH Miftachul Akhyar sejatinya telah berencana hadir.

“Mengenai Rais Am, Kiai Haji Miftachul Akhyar, kami tadi malam sudah mendapat kabar dari beliau bahwa sedianya beliau akan berangkat, tapi mendapat kendala kesehatan sehingga berhalangan hadir,” kata Yahya usai acara.

Baca Juga: Kenapa Presiden Prabowo Tidak Hadir Peringatan Harlah 1 Abad NU?

Sementara itu, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak hadir karena memiliki agenda lain. Yahya tidak merinci kesibukan yang membuat Menteri Sosial itu berhalangan menghadiri acara harlah NU.

Absennya dua tokoh penting PBNU ini menjadi sorotan karena sebelumnya sempat terjadi konflik internal antara kubu Rais Aam dan kepemimpinan Yahya Cholil Staquf. Konflik tersebut bahkan sempat berujung pada pencopotan Saifullah Yusuf dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU.

Meski demikian, Yahya menegaskan roda organisasi PBNU tetap berjalan normal hingga akhir masa kepengurusannya.

“Proses-proses organisasi akan terus kami jalankan semestinya untuk sampai pada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung 2021,” ujarnya.

Sebelumnya, PBNU telah menggelar rapat pleno pada Kamis (29/1/2026) sebagai tindak lanjut konflik internal yang berlangsung sejak November 2025. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan islah antara Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.

Baca Juga: KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Audit Kerugian Negara Rampung

Katib Am Syuriah PBNU Mohammad Nuh menyebutkan, salah satu hasil rapat pleno adalah Rais Aam menerima permintaan maaf dari Yahya Cholil Staquf, serta disepakatinya pengembalian struktur kepengurusan PBNU seperti yang ditetapkan pada 2024, termasuk pengembalian Saifullah Yusuf sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.