Akurat

Kenapa Presiden Prabowo Tidak Hadir Peringatan Harlah 1 Abad NU?

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Februari 2026, 07:34 WIB
Kenapa Presiden Prabowo Tidak Hadir Peringatan Harlah 1 Abad NU?

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto tidak menghadiri peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Ketidakhadiran Prabowo disebut karena adanya tugas negara lain yang harus dijalankan.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan protokol Istana sejak sehari sebelumnya terkait rencana kehadiran Presiden.

“Sejak kemarin sudah dilakukan, hal-hal teknis yang memang diperlukan, untuk kehadiran beliau,” ujar Yahya usai acara.

Namun, menurut Yahya, pada saat-saat terakhir Prabowo berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. Selain tugas negara, Presiden juga dijadwalkan menerima tamu-tamu penting.

Baca Juga: KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Audit Kerugian Negara Rampung

“Tapi memang pada saat terakhir, beliau mungkin berhalangan karena ada tugas lain ya. Kami mendengar juga ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri Harlah ke-100 NU bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Meski demikian, acara tetap dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menko PMK Pratikno, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Sejumlah tokoh nasional juga tampak hadir, termasuk Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid, Yenny Wahid, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, dan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.

Baca Juga: Kiai se Jabar–DKI: Tata Kelola Keuangan PBNU Bermasalah, Pemecatan Gus Yahya Wajib

Harlah ke-100 NU tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia.” Tema tersebut disebut sebagai kelanjutan visi besar NU dalam membangun peradaban, sekaligus sejalan dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Peringatan di Istora Senayan ini merupakan perayaan satu abad NU berdasarkan kalender masehi, setelah sebelumnya NU menggelar peringatan serupa berdasarkan kalender hijriah pada 2023 di Sidoarjo, Jawa Timur, yang saat itu dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.