Rais Aam dan Gus Ipul Tak Hadir Harlah 1 Abad NU, PBNU Masih Retak?

AKURAT.CO Ketidakhadiran Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam puncak peringatan Harlah 1 Abad NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026), memunculkan pertanyaan soal soliditas internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjelaskan, absennya Rais Aam bukan karena faktor organisasi, melainkan alasan kesehatan. Menurut Yahya, KH Miftachul Akhyar sejatinya telah berencana hadir.
“Mengenai Rais Am, Kiai Haji Miftachul Akhyar, kami tadi malam sudah mendapat kabar dari beliau bahwa sedianya beliau akan berangkat, tapi mendapat kendala kesehatan sehingga berhalangan hadir,” kata Yahya usai acara.
Baca Juga: Kenapa Presiden Prabowo Tidak Hadir Peringatan Harlah 1 Abad NU?
Sementara itu, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak hadir karena memiliki agenda lain. Yahya tidak merinci kesibukan yang membuat Menteri Sosial itu berhalangan menghadiri acara harlah NU.
Absennya dua tokoh penting PBNU ini menjadi sorotan karena sebelumnya sempat terjadi konflik internal antara kubu Rais Aam dan kepemimpinan Yahya Cholil Staquf. Konflik tersebut bahkan sempat berujung pada pencopotan Saifullah Yusuf dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU.
Meski demikian, Yahya menegaskan roda organisasi PBNU tetap berjalan normal hingga akhir masa kepengurusannya.
“Proses-proses organisasi akan terus kami jalankan semestinya untuk sampai pada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung 2021,” ujarnya.
Sebelumnya, PBNU telah menggelar rapat pleno pada Kamis (29/1/2026) sebagai tindak lanjut konflik internal yang berlangsung sejak November 2025. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan islah antara Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.
Baca Juga: KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Audit Kerugian Negara Rampung
Katib Am Syuriah PBNU Mohammad Nuh menyebutkan, salah satu hasil rapat pleno adalah Rais Aam menerima permintaan maaf dari Yahya Cholil Staquf, serta disepakatinya pengembalian struktur kepengurusan PBNU seperti yang ditetapkan pada 2024, termasuk pengembalian Saifullah Yusuf sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian





