Akurat

Konflik Geopolitik Global Makin Memanas, 2026 Bakal Jadi Tahun Terberat bagi Indonesia

Atikah Umiyani | 27 Januari 2026, 13:18 WIB
Konflik Geopolitik Global Makin Memanas, 2026 Bakal Jadi Tahun Terberat bagi Indonesia

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Gelora Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengingatkan bahwa dampak dari ketidakpastian geopolitik global saat ini akan mempengaruhi situasi politik nasional.

Peristiwa ini diawali dengan langkah otoritas Amerika Serikat (AS) yang melakukan penculikan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Menurutnya, PBB sebagai institusi global dan organisasi multilateral lainnya sudah berakhir, dan tidak ada lagi hukum internasional.

"Akan ada satu kondisi tidak terkendali, kekecewaan dan tidak ada penyelesaian yang sistematis. Ujung-ujungnya akan terjadi perang dunia," ujar Anis dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Bayar Iuran Dewan Perdamaian Dunia Rp16,74 Triliun, Dana dari APBN?

Dalam proses transisi global ini, AS selaku negara adidaya memberlakukan doktrin baru untuk melindungi keamanan nasionalnya. "AS ingin mengontrol seluruh benua Amerika, dan wilayah-wilayah lain di dunia agar jalur logistik dan investasi mereka lancar," katanya.

Rencana penguasaan Greenland, adalah upaya untuk mengeluarkan Rusia dan pengaruhnya dari kawasan tersebut, serta menghambat investasi China. Tata kelola dunia yang dulu berbasis pada aturan, sekarang sudah tidak ada aturan, tidak ada hukum internasional. 

Anis memprediksi bakal terjadi kekacauan di seluruh kawasan, yang bertujuan untuk mendistabilisasi dan merusak iklim investasi China yang masif di berbagai negara, salah satunya di kawasan Asia Tenggara. 

Baca Juga: Komisi I DPR: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Dunia Bukan untuk Ikut Bertempur

"Saya kira bagian terakhir sasaran upaya mendistabilisasi ini adalah kawasan Asia Tenggara dan di sini ada 10 negara, termasuk Indonesia. Konflik antara Kamboja-Thailand, itu perbatasan dengan China itu baru permulaan," katanya.

Karena itu, dia menilai tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat berat bagi Indonesia, menjadi tahun pendalaman konflik kawasan. "Tetapi kalau kita melihat peta Indonesia, maka sesungguhnya masa depan kita adalah Dunia Islam, umat Islam-nya mencapai 2 miliar  jiwa," katanya.

Volume perdagangan Indonesia dengan Dunia Islam, lebih besar dibandingkan dengan China, Eropa dan Amerika. Karena itu, keterlibatan Indonesia dengan Dunia Islam ini, menjadi sangat penting, termasuk ikut menyelesaikan konflik Somalia-Somaliland, karena wilayah itu bagian dari distribusi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.