Komisi I DPR: Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Perkuat Diplomasi Global

AKURAT.CO Komisi I DPR RI mendukung langkah Pemerintah Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza sebagai bentuk komitmen jangka panjang bangsa Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan amanat konstitusi serta prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan, sejak awal Indonesia menempatkan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan sebagai landasan utama politik luar negerinya, sekaligus aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia.
“Komisi I DPR RI memandang langkah Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza sebagai bagian dari komitmen jangka panjang bangsa kita dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina,” ujar Dave kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan wujud konsistensi sikap Indonesia dalam membela nilai kemanusiaan dan perdamaian yang berkeadilan.
“Sejak awal, politik luar negeri Indonesia berlandaskan amanat konstitusi untuk menolak segala bentuk penjajahan dan aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia. Kehadiran Indonesia dalam forum ini adalah bentuk nyata dari konsistensi sikap tersebut,” lanjutnya.
Dave menjelaskan, dalam Dewan Perdamaian Gaza yang berfungsi sebagai otoritas sementara, Indonesia akan memfokuskan peran pada agenda-agenda fundamental, seperti penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, jaminan akses kemanusiaan yang aman, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina yang sah dan berdaulat.
Ia menilai partisipasi Indonesia juga bertujuan memperkuat posisi diplomasi nasional di kancah internasional sebagai negara yang konsisten membela hak-hak kemanusiaan.
Baca Juga: Menkes: Target Cek Kesehatan Gratis 2026 Naik Jadi 136 Juta Peserta
“Partisipasi Indonesia memiliki tujuan yang jelas, yakni memperkuat posisi diplomasi kita sebagai negara yang konsisten mendukung perdamaian yang berkeadilan,” ucapnya.
Komisi I DPR RI, kata Dave, mendukung penuh kebijakan pemerintah tersebut karena tidak bertentangan dengan prinsip bebas aktif yang dianut Indonesia.
“Indonesia tidak berpihak pada kekuatan politik tertentu, melainkan berpihak pada nilai-nilai universal: kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian,” tegasnya.
Ia berharap, kehadiran Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza dapat memperkuat suara internasional dalam menuntut penghentian agresi serta mendorong solusi politik yang menghormati kedaulatan Palestina.
“Langkah ini harus dipahami sebagai upaya strategis menjaga konsistensi amanat konstitusi sekaligus mempertegas posisi diplomasi Indonesia di mata dunia,” pungkas Dave.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa








