Akurat

Prabowo Gelar Taklimat dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar, Bahas Arah Pendidikan Tinggi

Atikah Umiyani | 15 Januari 2026, 10:48 WIB
Prabowo Gelar Taklimat dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar, Bahas Arah Pendidikan Tinggi

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menggelar Taklimat Presiden RI dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). 

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda resmi Presiden Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk berdiskusi serta menyampaikan pandangan strategis kepada para pemangku kepentingan pendidikan. 

"Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," ujar Pras dalam keterangannya. 

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi dengan sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Baca Juga: Komitmen Prabowo dan Gotong Royong Jadi Kunci Sukses Swasembada Pangan

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa, khususnya sektor pendidikan.

"Oleh karena itulah Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dan dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," jelas Pras.

Pras menegaskan bahwa fokus Presiden Prabowo dalam sepekan terakhir diarahkan pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, seiring dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi. 

Sedangkan terkait substansi pembahasan, Pras menyampaikan bahwa diskusi mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi.

"Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas seratus ribuan," katanya.

Baca Juga: Prabowo Tak Gentar Meski Dicaci Maki: Tidak Apa-apa, Saya Buktikan Tekad Kita Benar

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK