Pengurus NU Medan Sebut Konflik PBNU Jadi Ruwet Akibat Kesombongan Gus Yahya

AKURAT.CO Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menuai sorotan. Wakil Katib Syuriyah PCNU Kota Medan, Zulkarnain, menilai polemik yang berkepanjangan di tubuh PBNU semakin rumit akibat sikap Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Menurut Zulkarnain, persoalan konflik PBNU sejatinya dapat diselesaikan secara sederhana apabila Ketua Umum PBNU bersedia menahan ego dan mengikuti mekanisme organisasi.
“Sebenarnya urusan konflik PBNU itu tergantung sikap dari Gus Yahya. Kalau dia mau menekan kesombongannya dan mau sedikit rendah hati, manut pada Rais Aam, selesai masalahnya,” kata Zulkarnain dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Deadline Saudi Lewat, Dana Jamaah Mandek di BPKH: Haji Khusus 2026 Terancam, PIHK Talangi Armuzna
Ia mengaku prihatin melihat konflik di tubuh PBNU yang tak kunjung berakhir meski sejumlah pertemuan telah digelar dengan tujuan islah. Polemik terbaru, menurutnya, berkaitan dengan status Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang hingga kini masih diperdebatkan.
Zulkarnain menyinggung pernyataan Gus Yahya yang menyebut Rapat Konsultasi di Pondok Pesantren Lirboyo hanya menghasilkan dua keputusan utama, yakni percepatan pelaksanaan muktamar dan penegasan tanggung jawab Ketua Umum bersama Rais Aam untuk menyelenggarakan muktamar. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dan Katib Aam disebut tidak dibahas dalam forum tersebut.
“Pernyataan itu justru membuat persoalan makin ruwet,” ujarnya.
Menurut Zulkarnain, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar telah menunjukkan sikap terbuka dengan menerima kembali Gus Yahya, dengan syarat mengikuti mekanisme dan keputusan organisasi. Karena itu, ia menilai Ketua Umum PBNU seharusnya mematuhi hasil rapat pleno yang telah ditetapkan.
Ia juga menyarankan agar Gus Yahya secara terbuka menyatakan kepatuhan terhadap Rais Aam dan keputusan organisasi, serta melakukan komunikasi dengan jajaran pimpinan PBNU lainnya guna meredakan ketegangan internal.
Baca Juga: Terbaru 2026, Ini Agama-agama Resmi di Indonesia dan Jumlah Penganutnya
“Kalau Ketua Umum berjalan sendiri dan terkesan mengabaikan mekanisme organisasi, itu justru memperkeruh suasana dan menjauhkan upaya islah,” kata Zulkarnain.
Hingga berita ini diturunkan, PBNU belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Konflik internal PBNU masih menunggu penyelesaian melalui forum organisasi, termasuk rapat pleno dan agenda muktamar yang rencananya akan dipercepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










