Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menekankan, Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Sehingga eskalasi konflik akibat tindakan militer Amerika Serikat dapat berimbas langsung pada stabilitas pasar energi internasional.
"Pemerintah Indonesia harus mewaspadai dampak ekonomi global, khususnya potensi lonjakan harga minyak, dan menyiapkan skenario mitigasi guna menjaga kesehatan fiskal APBN serta stabilitas ekonomi nasional," kata TB Hasanuddin, Senin (5/1/2026).
Selain dampak ekonomi, TB Hasanuddin menilai peristiwa tersebut menjadi pelajaran strategis penting bagi Indonesia.
Baca Juga: Resmi, Indonesia Kecam Operasi Militer AS di Venezuela
Ia menyoroti mudahnya pasukan asing melakukan penangkapan terhadap seorang kepala negara di ibu kota negaranya sendiri.
"Ini menunjukkan adanya runtuhnya dukungan politik publik serta rendahnya kesiagaan pertahanan, atau bahkan indikasi pembiaran dari unsur militer di negara tersebut," katanya.
Legislator PDIP ini menegaskan Indonesia harus mengambil pelajaran dengan memperkuat kepercayaan publik, soliditas nasional, serta kesiapsiagaan pertahanan negara.
"Kedaulatan negara tidak hanya dijaga oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh legitimasi politik yang kuat di mata rakyatnya sendiri," pungkas TB Hasanuddin.
Sebagai informasi, Reuters melaporkan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, terjadi setelah serangan pasukan AS pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Yang disebut sebagai puncak tekanan pemerintahan Donald Trump terhadap Venezuela dan menuai kecaman dari sejumlah pemimpin dunia.
Baca Juga: Abaikan Hukum Internasional, JDF Asia Pasifik Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela