Akurat

Resmi, Indonesia Kecam Operasi Militer AS di Venezuela

Atikah Umiyani | 5 Januari 2026, 08:47 WIB
Resmi, Indonesia Kecam Operasi Militer AS di Venezuela

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, angkat suara terkait serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Dia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela. Termasuk penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya.

Menlu menilai tindakan semena-mena yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi preseden buruk bagi komunitas internasional dan berpotensi menimbulkan ketidakstabilan kawasan.

"Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi," jelasnya, melalui unggahan di akun Instagram @sugiono_56, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Indonesia Harus Tolak Tindakan Sepihak AS Atas Venezuela

Menlu menekankan pentingnya menghargai hak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatannya dan menentukan masa depannya sendiri.

Hal tersebut sebagai respons atas rencana pemerintah AS yang dikabarkan akan ikut serta dalam proses transisi pemerintahan Venezuela pascapenggulingan Maduro dari posisi pimpinan tertinggi negara tersebut.

"Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka," katanya.

Indonesia, lanjut Menlu, juga menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional.

"Termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional. Khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama," jelasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK