Akurat

Kiai Said Aqil Siroj Sindir Konflik PBNU: Kita yang Katanya Moderat, Kita yang Konflik

Lufaefi | 21 Desember 2025, 22:13 WIB
Kiai Said Aqil Siroj Sindir Konflik PBNU: Kita yang Katanya Moderat, Kita yang Konflik

AKURAT.CO Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyinggung konflik internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menilai ironi justru muncul dari kalangan yang selama ini mengklaim diri sebagai penengah dan simbol moderasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Said Aqil dengan gaya tegas dan diselingi humor pada musyawarah Kubro Kiai sepuh NU di Lirboyo, Minggu (21/12/2025). Ia menyebut konflik yang terjadi bukan sekadar persoalan struktural, tetapi juga krisis kesadaran diri.

“Kita yang konon bisa menjadi penengah konflik, malah kita sendiri yang konflik,” ujar Kiai Said Aqil.

Ia mengingatkan bahwa warga dan elite NU sejatinya dibesarkan oleh tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam klasik, seperti Ihya Ulumuddin, Al-Hikam, dan Minhajul Abidin. Karena itu, konflik yang berlarut dinilai bertentangan dengan nilai dasar yang selama ini diajarkan.

Baca Juga: Gus Yahya Siap Islah, Tunggu Jawaban Rais Aam PBNU 3x24 Jam

“Padahal semua ngajar Hikam, Ihya, Minhaj al-Abidin. Kita semua harus muhasabah dan naik level ke mu’atabah: yang salah saya, jangan salahkan orang lain,” tegasnya.

Selain mengkritik konflik, Kiai Said Aqil juga menekankan pentingnya menghormati forum-forum musyawarah para sesepuh NU yang selama ini menjadi rujukan moral dan historis organisasi. Ia menyebut pertemuan Mustasyar di sejumlah pesantren memiliki nilai strategis bagi masa depan NU.

“Mari hormati pertemuan Mustasyar. Di Ploso, Tebuireng sebagai embrio munculnya NU di ndalem Mbah Hasyim, dan pertemuan Lirboyo,” ucapnya.

Menurut Kiai Said Aqil, jika tradisi musyawarah para kiai dan sesepuh tidak dihargai, maka wibawa NU sebagai jam’iyyah diniyah ijtima’iyah bisa tergerus. Ia bahkan mengingatkan secara satir bahwa ketidakmampuan menjaga etika internal justru dapat membuka ruang bagi pihak luar untuk meremehkan NU.

“Kalau bukan kita yang menghormati, nanti orang lain yang disuruh menghormati,” katanya.

Baca Juga: Kiai Sepuh NU Pasang Ultimatum: Konflik PBNU Dinilai Runtuhkan Muruah dan Kepercayaan Publik

Pernyataan Kiai Said Aqil tersebut muncul di tengah memanasnya konflik internal PBNU yang memicu seruan islah dari para kiai sepuh melalui forum Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Forum tersebut mendesak penyelesaian konflik secara bermartabat demi menjaga keutuhan dan kehormatan Nahdlatul Ulama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.