Gus Yahya Siap Islah, Tunggu Jawaban Rais Aam PBNU 3x24 Jam

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyatakan kesiapannya untuk melakukan islah demi menjaga keutuhan organisasi. Ia berharap Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersedia menemuinya dalam waktu yang telah ditentukan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya sebagai respons atas seruan ratusan kiai, masyayikh, dan pengurus NU dari berbagai daerah yang disampaikan dalam forum Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025).
Gus Yahya menegaskan sejak awal dirinya membuka diri untuk tabayun atas berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia mengaku siap diperiksa melalui mekanisme apa pun dengan menghadirkan bukti dan saksi yang diperlukan.
Baca Juga: Kiai Sepuh NU Pasang Ultimatum: Konflik PBNU Dinilai Runtuhkan Muruah dan Kepercayaan Publik
“Pertama, saya senantiasa terbuka untuk diperiksa dan ditabayunkan terhadap apa pun yang dituduhkan kepada saya, melalui cara apa pun, dengan menghadirkan semua bukti dan semua saksi yang diperlukan,” kata Gus Yahya melalui akun Instagram resminya, @yahyacholilstaquf, Senin malam.
Ia menekankan bahwa keinginannya untuk berdamai bukanlah sikap baru. Menurutnya, sejak awal menjabat, ia selalu mendorong islah dan siap mengikuti keputusan struktural NU selama berpijak pada kebenaran.
“Sejak detik pertama saya senantiasa menginginkan islah. Saya siap bina al-haq bina al-haq bina al-haq, bukan bina al-batil,” ujarnya.
Gus Yahya juga menyatakan sikap patuh terhadap keputusan organisasi. “Saya sepenuhnya taslim kepada apa yang telah disepakati oleh keputusan PWNU dan PCNU, serta tafsir dari para mustasyar,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan telah berupaya membuka ruang dialog dengan Rais Aam PBNU. Upaya tersebut dilakukan setelah dirinya menerima informasi mengenai kesepakatan PWNU dan PCNU yang lahir dalam Musyawarah Kubro di Lirboyo.
“Begitu mendengar apa yang disampaikan dari kesepakatan PWNU dan PCNU, saya langsung mengirim pesan kepada Rais Aam, memohon waktu untuk bertemu,” ucapnya.
Namun hingga saat ini, pertemuan tersebut belum terwujud. Gus Yahya menyatakan akan menunggu jawaban dari Rais Aam hingga batas waktu yang ditetapkan forum.
“Sampai sekarang saya belum mendapatkan jawaban. Saya akan menunggu sampai 3 x 24 jam dan saya akan melaporkan hasilnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo diikuti ratusan kiai dan pengurus NU dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring. Forum tersebut menilai konflik internal PBNU telah berdampak serius terhadap organisasi dan kepercayaan umat.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo KH Oing Abdul Muid menyampaikan forum tersebut mendesak Rais Aam dan Ketua Umum PBNU segera melakukan islah dalam waktu 3 x 24 jam sejak Ahad, 21 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.
“Demi menjaga keutuhan Jam’iyyah dan mengembalikan kehormatan Nahdlatul Ulama, Musyawarah Kubro meminta kepada Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU untuk melakukan ishlah secara sungguh-sungguh,” ujarnya.
Apabila islah tidak tercapai, forum meminta kewenangan kepemimpinan diserahkan kepada Mustasyar PBNU guna menyelenggarakan Muktamar NU 2026. Jika langkah tersebut tidak dilakukan, Musyawarah Kubro menyatakan siap mendorong penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) melalui dukungan struktural PWNU dan PCNU.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Gus Yahya tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










