Baznas dan Kemenag Salurkan Bantuan Prasarana Pendidikan untuk Madrasah dan Pesantren di Aceh

AKURAT.CO Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan prasarana pendidikan untuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, guna memulihkan layanan pendidikan yang terdampak banjir bandang.
Bantuan yang disalurkan meliputi alat tulis sekolah, sarung, serta perlengkapan pendukung kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan guru MIN 5 Pidie Jaya.
Ketua BAZNAS, Noor Achmad, mengatakan pemulihan layanan pendidikan pascabencana menjadi salah satu prioritas yang harus segera ditangani secara bersama, terutama di wilayah terdampak cukup berat seperti Pidie Jaya.
Baca Juga: Danantara dan BP BUMN Kerahkan 1.000 Relawan dan 109 Truk Bantuan Tangani Bencana Sumatera
Bantuan ini diharapkan dapat memulihkan sekolah yang mengalami kerusakan, agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan meskipun dalam kondisi pascabencana
"Kami bersama Kementerian Agama hadir untuk memastikan layanan pendidikan di madrasah dapat kembali berjalan. Bantuan ini memang belum seberapa, namun kami berharap dapat membantu," ujar Kiai Noor dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
BAZNAS RI berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam penanganan dampak bencana, terutama pada sektor pendidikan dan kemanusiaan.
Maka, dukungan yang berkelanjutan dan terkoordinasi tidak hanya akan mempercepat rehabilitasi sarana pendidikan, tetapi juga memastikan kualitas layanan pembelajaran tetap terjaga bagi para siswa di wilayah terdampak.
"Bantuan yang disalurkan BAZNAS ini merupakan amanah dari masyarakat yang dihimpun melalui zakat, infak, dan sedekah. Salah satu pemanfaatannya saat ini kami arahkan untuk membantu pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascabencana, termasuk sektor pendidikan," jelasnya.
Pihaknya juga mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kemenag serta kementerian dan lembaga terkait lainnya guna memenuhi kebutuhan lanjutan pemulihan madrasah terdampak bencana.
Baca Juga: Masyarakat dan Media Didorong Laporkan Wilayah Bencana di Sumatera yang Belum Terima Bantuan
"Pemulihan ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak agar pemulihan kembali madrasah dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," kata dia.
Sementara itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyerahkan bantuan Kementerian Agama kepada Pondok Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Dia menjelaskan, bantuan yang disalurkan Kemenag meliputi sarung, mukena, selimut, paket sembako, genset, perlengkapan kebersihan. Selain itu, Menag juga menyalurkan daging Dam Haji 2025.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan aktivitas pesantren sekaligus meringankan beban para santri dan pengelola pascabencana.
Nasaruddin juga menyampaikan empati dan penguatan spiritual kepada keluarga besar pesantren. Dia menegaskan bahwa musibah bukanlah hukuman, melainkan ujian yang mengandung hikmah dan pahala.
"Agama kita mengajarkan bahwa di balik setiap ujian selalu ada hadiah. Semakin besar ujian, semakin besar pula pahala yang disiapkan Allah. Karena itu, jangan pernah takut terhadap musibah," ujar Menag.
Baca Juga: Mendagri Pastikan Bantuan 30 Ribu Ton Beras dari Red Crescent UEA Tak Dikembalikan
Dia juga menekankan pentingnya ikhtiar spiritual dalam menghadapi bencana. Salah satunya dengan memperbanyak shalat dan sujud, sebagai bentuk kepasrahan total kepada Allah.
"Semua persoalan dapat diselesaikan dengan sujud. Jangan memikul beban sendirian, serahkan kepada Allah. Insha Allah, musibah ini akan diringankan," ucapnya.
Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi lembaga keagamaan yang terdampak bencana, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun dukungan pemulihan berkelanjutan, sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam merawat umat dan pendidikan keagamaan.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jangan khawatir dengan masa depan. Allah akan menggantinya dengan kebaikan yang jauh lebih besar," pesan Menag.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









