Akurat

Mendagri Pastikan Bantuan 30 Ribu Ton Beras dari Red Crescent UEA Tak Dikembalikan

Atikah Umiyani | 19 Desember 2025, 22:36 WIB
Mendagri Pastikan Bantuan 30 Ribu Ton Beras dari Red Crescent UEA Tak Dikembalikan

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemerintah tak mengembalikan bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UAE) untuk warga terdampak bencana di wilayah Sumatera. Bantuan itu datang dari organisasi Red Crescent (Bulan Sabit Merah) UEA, bukan dari pemerintah.

"Kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates (UAE) yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itulah bantuan 30 ton berasal bukan dari pemerintahan United Arab Emirates, tapi dari Red Crescent. Jadi Bulan Sabit Merah," kata Tito di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Dia mengatakan, 30 ton beras itu sebelumnya diterima oleh Wali Kota Medan, Rico Waas. Namun, Rico tidak tahu jika beras itu diberikan lembaga nonpemerintah.

Baca Juga: IWIP Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumbar, dan Sumut

Akhirnya berdasarkan kesepakatan, saat ini 30 ton beras dari organisasi Red Crescent UEA tersebut diberikan ke Muhammadiyah Medical Center. Selanjutnya, Muhammadiyah akan menyalurkan bantuan itu kepada warga terdampak bencana.

"Diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center dalam rangka bencana. Ini Muhammadiyah membuat suatu center (pusat) untuk kemanusiaan di Medan," ujarnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut serta membantu pemulihan pascabencana di Sumatera. Pemerintah terus bekerja mengatasi berbagai kendala, memperbaiki kinerja, dan memenuhi kebutuhan darurat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Masyarakat telah banyak bantu upaya tanggap darurat di Sumatera. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terus membantu, masyarakat Indonesia atas urunan tangan dan usaha gotong royong yang dilakukan. Kita terus bersama-sama dalam bingkai soliditas kebangsaan dan kemanusiaan untuk segera memulihkan," ungkapnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.