Akurat

BNPB Bantah Tenda Pengungsian di Aceh Tamiang Baru Terpasang Jelang Kedatangan Prabowo

Siti Nur Azzura | 13 Desember 2025, 16:01 WIB
BNPB Bantah Tenda Pengungsian di Aceh Tamiang Baru Terpasang Jelang Kedatangan Prabowo

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluruskan pemberitaan yang menyebut pemasangan tenda pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang baru dilakukan menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto. BNPB menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa distribusi dan pemasangan tenda bagi warga terdampak bencana telah dimulai sejak akses jalur darat dari Kota Medan menuju Aceh Tamiang kembali terbuka pada Sabtu, 6 Desember 2025.

"Distribusi dan pemasangan tenda pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang telah dilakukan sejak akses jalur darat dari Kota Medan mulai terbuka pada 6 Desember 2025," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya melalui website resmi BNPB, dikutip Sabtu (13/12/2025).

Baca Juga: Akses Pulih, Bantuan Banjir Bandang di Aceh Tamiang Kembali Lancar

Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, BNPB telah mengirimkan tidak kurang dari 30 tenda pleton (TP) dan 1.000 tenda keluarga (TK) ke wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 8 tenda pleton dan 664 tenda keluarga telah terpasang sejak Rabu, 9 Desember 2025.

BNPB menjelaskan bahwa proses pendirian tenda membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan penyiapan lokasi dan pemasangan. Meski demikian, tim BNPB di lapangan terus bekerja tanpa henti selama 24 jam agar warga terdampak segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang lebih layak.

"Dalam satu pekan terakhir, BNPB telah mengirimkan tidak kurang dari 30 tenda pleton dan 1.000 tenda keluarga, di mana sebagian besar sudah terpasang sejak 9 Desember 2025," jelasnya.

Berdasarkan kondisi faktual tersebut, BNPB menegaskan bahwa narasi yang mengaitkan pembangunan tenda dengan agenda kunjungan Presiden Prabowo di Aceh Tamiang adalah tidak benar. 

Pendirian tenda dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana, dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh pengungsi terfasilitasi.

"Narasi yang menyebut pemasangan tenda dilakukan terkait agenda kedatangan Presiden adalah tidak benar. Pendirian tenda dilakukan murni untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh pengungsi terwadahi," tegasnya.

Baca Juga: Dari Aceh ke Rusia, Prabowo Pimpin Penanganan Bencana dan Diplomasi Global 6 Hari Tanpa Jeda

BNPB juga menyampaikan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan penanganan bencana. 

Klarifikasi ini disampaikan sebagai hak jawab atas pemberitaan salah satu media daring yang terbit pada Kamis, 11 Desember 2025, dengan judul 'Warga Aceh Tamiang Sebut Tenda BNPB Baru Dipasang Jelang Kedatangan Presiden'. 

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, mengunjungi posko pengungsian warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Kedatangannya dalam rangka memenuhi janji, sekaligus meninjau langsung percepatan penanganan bencana di wilayah tersebut. 

"Saya datang sesuai janji saya waktu itu, Tamiang masih terputus ya, kapan sudah tembus berapa hari yang lalu, seminggu yang lalu ya, saya janji mau nengok beliau, saya lihat keadaan insya Allah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini," ujar Prabowo, Jumat (12/12/2025). 

Dia menegaskan, Pemerintah akan turun membantu dan memastikan semuanya dapat pulih dan kembali normal. Dia juga menyampaikan permohonan maaf, jika masih ada wilayah yang listriknya yang masih mengalami gangguan. 

"Saya minta maaf kalau masih ada yang belum, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya, listrik sudah mulai, oke," ucapnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.