Akurat

Ini Cerita Prabowo Serahkan 90 Ribu Hektare Lahan untuk Konservasi Gajah

Wahyu SK | 11 Desember 2025, 10:52 WIB
Ini Cerita Prabowo Serahkan 90 Ribu Hektare Lahan untuk Konservasi Gajah

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengunggah ulang potongan rekaman video Presiden Prabowo Subianto saat menceritakan pengalaman menyerahkan 90 ribu hektare lahan untuk perlindungan gajah di Provinsi Aceh.

Dasco menyebut langkah itu sebagai bukti nyata bahwa Presiden Prabowo memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap alam dan perlindungan satwa di Indonesia.

"Bukti kepedulian Presiden Prabowo terhadap alam Indonesia," tulisnya dalam unggahan di akun Instagram, dikutip Kamis (11/12/2025).

Adapun, dalam potongan video tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan dirinya menyerahkan 90 ribu hektare lahan hutan tanaman industri (HTI) di Aceh yang selama ini dikelola secara pribadi, untuk perlindungan gajah.

Baca Juga: Komisi VI DPR Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo dalam Pemulihan Bencana Sumatera

Presiden Prabowo juga membagikan kisah tidak biasa tentang konservasi alam dan responsnya yang mengundang perhatian Raja Charles III.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat menutup Kongres PSI di Solo pada Minggu (20/7/2025).

"Suatu saat saya didatangi, dikirim utusan ke saya oleh kelompok pecinta atau konservasi alam, WWF. WWF ini pembinanya Raja Charles Ketiga, salah satu pembina dia. Utusan datang ke saya. Mereka tahu bahwa saya sebagai pengusaha, sebelum saya masuk politik saya pengusaha, saya punya HTI, konsesi HTI di Aceh dipercaya kepada saya cukup besar, itu 98 ribu hektare di daerah Takengon, Aceh," jelas Presiden Prabowo membuka cerita.

Kelompok tersebut kemudian mengajukan permintaan agar sebagian dari lahan yang dikelola Presiden Prabowo digunakan untuk perlindungan gajah.

Baca Juga: Naik 17 Persen, Prabowo–Putin Bahas Langkah Baru Penguatan Perdagangan RI–Rusia

"Kemudian WWF ini bertanya, bersediakah saya memberi dari 98 ribu hektare itu diserahkan kepada mereka untuk dikelola menjadi kawasan perlindungan gajah. Mereka minta 10 ribu hektare. Datang utusan itu dan langsung saya tolak. Saya tidak setuju. Tidak akan saya kasih 10 ribu hektare untuk kawasan gajah tersebut,” ujarnya.

Namun, penolakan itu justru menjadi kejutan karena bukan berarti Prabowo enggan membantu. Ia justru memberikan lahan dengan jumlah yang lebih luas.

"Saya akan kasih 20 ribu hektare. Jadi kaget mereka. Terus si utusan kembali ketemu mereka-mereka ini, aktivis WWF, setelah menghadap saya. Dan dia ulangi ucapan saya tadi, 'Presiden tolak, enggak dikasih 10 ribu'. Kecewa mereka mukanya. Tapi dikasih 20 ribu, wah mereka cerah," tutur Presiden Prabowo.

Cerita ini ternyata sampai ke Raja Charles III di Inggris yang kemudian menulis surat pribadi kepada Presiden Prabowo. Kemudian surat tersebut diantar oleh Duta Besar Inggris kepada Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

Baca Juga: Prabowo Terima Penghargaan Nishan-e-Pakistan, Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Pakistan

Surat tersebut berisi ucapan terima kasih sekaligus dukungan dari Raja Charles III kepada Presiden Prabowo. Merespons surat tersebut, Presiden Prabowo pun mengubah keputusannya dan menambah lahan untuk perlindungan gajah.

"Tapi karena surat dari Raja Charles ini, saya ambil keputusan, sekarang saya serahkan 90 ribu hektare untuk kawasan perlindungan. Saya sisakan delapan ribu, 90 ribu saya putuskan. Jadi, slide-nya itu salah ya, 90 ribu kita serahkan. Nanti diproses ya, Mensesneg dan Menteri Kehutanan," katanya.

Presiden Prabowo menyebutkan bahwa populasi gajah Sumatera kini sangat terbatas dan berjanji akan memberi perhatian khusus ke kawasan konservasi Way Kambas.

"Kalau tidak salah, di seluruh Sumatera bagian utara mungkin sekarang tinggal 700 gajah. Mungkin ada beberapa ratus lagi di Lampung, di Way Kambas. Way Kambas pun akan saya kasih perhatian khusus. Di Way Kambas lebih luas, sudah menjadi taman nasional, 120 ribu hektare," jelasnya.

Baca Juga: Tanpa Kehadiran Prabowo, Pesan Pemberantasan Korupsi Tetap Tersampaikan dalam Hakordia 2025

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK