Wartawan Parlemen dan Kesetjenan DPR Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera

AKURAT.CO Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumaera Barat, Sumatera Utara. Sebagai bentuk solidaritas, KWP galang dana donasi untuk membantu korban bencana.
Dalam penggalangan ini, terkumpul dana Rp30 juta dalam semalam. Penggalangan dana ini merupakan rangkaian agenda Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar 4–6 Desember 2025 di Bandung.
Ketua KWP, Ariawan, mengatakan aksi penggalangan ini menjadi penanda bahwa forum tahunan ini tidak sekadar berfokus pada evaluasi kinerja parlemen, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Status Banjir Sumatera Belum Ditingkatkan Jadi Bencana Nasional, Ini Penjelasan Ketua MPR
Diharapkan, donasi ini bagi masyarakat terdampak banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh ini diyakini akan terus bertambah.
"Aksi kemanusiaan merupakan bentuk kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Sekecil apa pun kontribusinya, kami berharap ini dapat meringankan beban para korban dan menunjukkan bahwa jurnalis juga memiliki tanggung jawab moral dalam situasi bencana," kata Ariawan, dikutip Jumat (5/12/2025).
Dia menegaskan, penggalangan dana ini merupakan wujud solidaritas jurnalis parlemen terhadap tragedi kemanusiaan yang tengah terjadi.
"Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Penggalangan dana ini adalah bentuk kepedulian jurnalis parlemen. KWP ingin memastikan bahwa kehadiran kami bukan hanya dalam peliputan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan langsung," jelasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, mengatakan forum bersama wartawan parlemen ini bertujuan untuk memaparkan evaluasi kinerja selama setahun, serta memperkenalkan sejumlah pejabat baru di lingkungan Kesetjenan DPR.
Untuk itu, pentingnya kolaborasi dengan media untuk menghadirkan parlemen yang semakin terbuka, responsif, dan relevan dengan kebutuhan publik.
"Pertemuan ini bagian dari rangkaian silaturahmi kita di akhir tahun. Banyak dinamika yang kita lalui bersama di Senayan. Ini momentum bagi kita untuk kembali menata langkah, mengevaluasi perjalanan setahun, serta menyiapkan tantangan besar yang sangat dinamis ke depan," ujar Indra.
Dia menekankan, Kesetjenan DPR terus melakukan evaluasi menyeluruh pada tiga aspek utama: dukungan persidangan, dukungan administratif, dan dukungan keahlian. Semua lini harus adaptif terhadap perubahan dan tuntutan publik yang semakin tinggi.
Dia juga menyinggung program magang nasional yang baru saja diterima DPR. Sebanyak 250 peserta magang kini ditempatkan di berbagai unit, termasuk Kantin Demokrasi.
Menurutnya, keputusan menerima peserta magang dalam jumlah besar merupakan bagian dari kontribusi DPR untuk membuka kesempatan bagi anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak.
Dia menegaskan bahwa kesempatan magang tersebut memberi pengalaman unik, karena tidak semua lulusan hukum bisa langsung terlibat dalam penyusunan rancangan undang-undang.
"Ini bukan soal ideal atau tidak ideal. Ini tentang saudara-saudara kita yang belum beruntung. Meski tidak ada ruang untuk formasi baru, kami putuskan untuk menerima mereka. Bahkan nanti 100 di antaranya akan membantu identifikasi dan penataan ulang sejumlah undang-undang," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








