Akurat

1.009 Sekolah Terdampak Banjir Aceh-Sumatera, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen

Paskalis Rubedanto | 2 Desember 2025, 14:07 WIB
1.009 Sekolah Terdampak Banjir Aceh-Sumatera, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen

AKURAT.CO Komisi X DPR RI memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir yang berdampak pada 1.009 sekolah di Aceh dan Sumatera. 

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, untuk meminta penjelasan terkait penanganan situasi pendidikan di daerah terdampak.

Dia menyampaikan, banjir yang terjadi tidak hanya merusak fasilitas pendidikan, tetapi juga menghambat kegiatan belajar mengajar secara signifikan. 

Baca Juga: Banjir Besar di Indonesia

Karena itu, Komisi X DPR ingin memastikan bahwa Kemendikdasmen bergerak cepat dan tepat dalam menangani berbagai persoalan yang muncul.

"Komisi X ingin mendengarkan secara langsung apa saja langkah yang sudah dilakukan Kemendikdasmen. Situasi ini menyangkut masa depan pendidikan ribuan siswa dan keselamatan para guru," ujar Lalu kepada wartawan, Selasa (2/11/2025).

Dia menjelaskan, sejumlah aspek penting harus segera dipastikan penanganannya, antara lain kondisi guru dan siswa di lokasi bencana, termasuk keselamatan dan kebutuhan dasar mereka.

Kemudian kerusakan gedung sekolah, termasuk inventaris dan sarana pembelajaran yang rusak atau hilang. Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan yang terdampak banjir.

Selain itu, pihaknya juga akan membahas penanganan daerah yang masih terisolir akibat akses jalan terputus, yang membuat kegiatan pendidikan tidak dapat berjalan.

Baca Juga: Banjir di Asia Menewaskan Lebih dari 1.000 Orang

"Tidak kalah pentingnya adalah daerah-daerah yang hingga kini masih terisolir. Akses jalan yang terputus tentu berdampak pada layanan pendidikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," tegasnya.

Komisi X DPR juga mendesak pemerintah untuk mempersiapkan langkah khusus di sektor pendidikan, agar daerah yang terdampak bencana tetap aman.

"Kemendikdasmen menyusun langkah mitigasi dan protokol penanganan pendidikan di daerah rawan bencana, sehingga kejadian serupa di masa depan dapat direspons lebih cepat dan sistematis," tutupnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.