Akurat

Presiden Prabowo Soroti Kasus Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak RS di Papua, Minta Semua Pihak Diaudit

Wahyu SK | 25 November 2025, 13:07 WIB
Presiden Prabowo Soroti Kasus Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak RS di Papua, Minta Semua Pihak Diaudit

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap kasus Irene Sokoy, ibu hamil yang meninggal bersama bayi di kandungannya usai ditolak empat rumah sakit di Papua. 

Presiden Prabowo menginstruksikan untuk dilakukan audit kepada semua yang terlibat dan mendesak agar pelayanan rumah sakit bisa segera diperbaiki. 

Perintah itu disampaikan Presiden Prabowo kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam rapat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (24/11/2025).

Baca Juga: Presiden Prabowo Minta BRIN Perkuat Teknologi Agrinas untuk Tingkatkan Produksi Pangan

"Ya saya melapor kepada beliau. Jadi di antaranya itu, perintah beliau untuk segera melakukan perbaikan audit," kata Tito usai rapat. 

Tito menjelaskan bahwa audit akan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya kepada rumah sakit negeri tapi juga swasta.

Bahkan, para pejabat yang ada di dinas kesehatan tingkat kabupaten hingga provinsi juga tetap menjadi sasaran. 

Baca Juga: Arahan Prabowo, Indonesia Mulai Siapkan Pasukan Perdamaian PBB

Terkait insiden itu, Tito mengatakan bahwa Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, juga mengirimkan tim ke Jayapura untuk melakukan audit teknis. 

"Menkes mengirimkan tim khusus juga untuk melakukan audit teknis mengenai masalah layanan kesehatan. Kita nggak ingin terulang lagi," ujarnya.

Sementara itu, Tito menyebut bahwa pihaknya telah memerintahkan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, untuk menemui keluarga korban.

Baca Juga: Prabowo-PM Inggris Sepakat Perkuat Sektor Maritim, Bangun 1.000 Kapal Ikan hingga Tingkatkan Keamanan Laut

"Begitu saya dapat informasi, (langsung memerintahkan) Gubernur Papua, Pak Mathius Fakhiri, sesegera mungkin ke rumah korban, keluarga korban, semua dibantu," ujarnya.

Seorang ibu hamil Irene Sokoy asal Kampung Hobong, Sentani, meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah tidak mendapatkan pelayanan di rumah sakit, pada Senin (17/11/2025). 

Pasien sempat disarankan untuk segera dioperasi dan dirujuk ke RS Dian Harapan, RSUD Abepura hingga RS Bhayangkara. Namun, pasien belum ditangani hingga dirujuk ke RSUD Jayapura.

Baca Juga: Presiden Prabowo Delegasikan Wapres Gibran Hadiri KTT G20 di Afrika Selatan

Dalam perjalanan menuju RSUD Jayapura, pasien mengalami kejang-kejang dan membuat ambulans harus putar balik ke RS Bhayangkara. 

Namun dalam perjalanan, mulut dan hidung pasien mengeluarkan busa. Sampai di RS Bhayangkara, petugas melakukan upaya pertolongan dengan CPR tetapi nyawa pasien dan bayi yang dikandungnya tidak tertolong.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK