Pemerintah Tak Mau Warga Miskin Hanya Jadi Penerima Bansos, Tapi Jadi Aktor Ekonomi Baru

AKURAT.CO Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membawa perubahan besar dalam strategi penanggulangan kemiskinan nasional.
Menurut dia, pendekatan yang selama ini digunakan pemerintah tidak cukup efektif karena hanya memposisikan kemiskinan sebagai satu sektor yang ditangani melalui bansos, BLT, dan subsidi.
"Setiap tahun ada sekitar Rp540 triliun yang digelontorkan untuk pengentasan kemiskinan, tetapi habis begitu saja tanpa mengubah struktur ekonomi masyarakat miskin. Seperti menyebar garam ke laut," kata Budiman di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Baca Juga: Diduga Keluarganya Didatangi Tim Sahroni, Salsa Erwina: Aku Bukan Orang Bodoh dan Miskin!
Di era Presiden Prabowo, pengentasan kemiskinan tidak lagi menjadi urusan satu kementerian. Pemerintah menetapkan penurunan kemiskinan sebagai tolok ukur utama kinerja seluruh kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Luar Negeri, PAN-RB, Kementerian Investasi, Kementerian Pertahanan, hingga BUMN dan pemerintah daerah.
"Setiap lembaga harus membuktikan kontribusinya. Turunnya angka kemiskinan menjadi indikator kinerja nasional," lanjutnya.
Beberapa strategi sedang dijalankan, BP Taskin membawa pendekatan lebih masif. Contohnya, menempatkan orang miskin sebagai penerima bantuan semata, melainkan sebagai aktor ekonomi baru.
"Nelayan, petani, bahkan pemulung harus masuk dalam rantai nilai industri. Mereka bukan hanya objek bantuan, tetapi bagian dari mesin ekonomi," ucapnya.
Baca Juga: Ketua MPR RI: Baznas Percepat Peran Negara Lindungi Fakir Miskin
Koperasi sebagai Akses Masuk ke Rantai Nilai
Budiman mencontohkan bagaimana koperasi masyarakat miskin dapat menjadi pemasok batu bata, pasir, bahan pangan, hingga kebutuhan kantor bagi kementerian dan lembaga negara. Dengan cara ini, kelompok miskin tidak hanya mendapat penghasilan, tetapi memiliki posisi dalam rantai produksi dan distribusi.
"Kita ingin mereka menjadi faktor ekonomi makro. Ketika mereka terlibat dalam industri, barulah perubahan struktural terjadi," ujarnya.
Dia memastikan, BP Taskin akan terus memperluas ekosistem ini melalui kerja sama lintas kementerian dan sektor usaha. Menurutnya, hanya dengan mendorong orang miskin menjadi pelaku ekonomi barulah target pengentasan kemiskinan dapat dicapai secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







