Akurat

Cegah Perundungan di Sekolah, Pemerintah Luncurkan Gerakan #RukunSamaTeman

Ahada Ramadhana | 24 November 2025, 14:49 WIB
Cegah Perundungan di Sekolah, Pemerintah Luncurkan Gerakan #RukunSamaTeman

AKURAT.CO Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, meluncurkan gerakan #RukunSamaTeman untuk membangun budaya positif yang berakar pada rasa saling menghargai dan kepedulian antar teman.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, mengatakan perlindungan anak dimulai dari pemenuhan hak-hak dasar termasuk hak atas rasa aman, kasih sayang, dan lingkungan belajar yang mendukung.

Sehingga, gerakan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemenuhan hak anak dan memastikan sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, gembira dan bebas kekerasan.

Baca Juga: Perlunya Sinergi Berbagai Pihak untuk Mengurai Masalah Perundungan Anak

"Anak-anak kita berhak atas keamanan fisik dan psikologis. Anak terlantar bukan hanya yang tidak memiliki rumah, tetapi anak yang tidak terpenuhi hak-haknya. Ini yang harus kita cegah," kata Arifah, dikutip Senin (24/11/2025).

Dia menegaskan, sekolah memegang peranan penting membangun kepercayaan diri anak yang dimulai dari mengenali potensi diri. Ketika anak merasa berharga, dia akan lebih siap berinteraksi, belajar, dan berkembang. Untuk itu, penting menerapkan sifat empati dan sikap saling peduli. 

"Kalau ada teman sedih, dekati dan dengarkan. Jangan mengejek atau menjauhi. Sekolah yang nyaman lahir dari hal-hal sederhana seperti saling menghargai dan saling menjaga," ucapnya.

Dia kembali mendorong para murid menerapkan prinsip Speak Up, Reach Out, and Stand Up sebagai wujud keberanian mencegah perundungan. Melalui gerakan nasional seperti #RukunSamaTeman merupakan langkah strategis memastikan setiap anak Indonesia tumbuh aman, bahagia, percaya diri, dan mampu mencapai potensi terbaiknya.

"Lingkungan yang rukun dimulai dari satu langkah sederhana dengan saling menghargai," ujarnya.

Dia menegaskan, pencegahan kekerasan membutuhkan sinergi empat pusat Pendidikan yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Media dianggap memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pesan positif, dan membangun kesadaran publik mengenai pentingnya sekolah yang aman dan ramah anak.

Baca Juga: Komisi X DPR Dorong Penanganan Kasus Perundungan Punya Bab Sendiri di RUU Sisdiknas

"Kalau melihat tindakan yang tidak aman, bicara. Jika ada teman butuh dukungan, rangkul. Dan kalau terjadi kekerasan, jangan diam," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan pentingnya hubungan sosial yang sehat sebagai fondasi keberhasilan belajar. Gerakan ini memperkuat pembentukan karakter murid melalui budaya positif dan interaksi sosial yang sehat.

"Masa depan Indonesia Emas 2045 ada pada anak-anak yang hari ini berada di sekolah dasar dan menengah. Semakin banyak kawan, semakin aman dan nyaman. Jika sekolah aman, mereka dapat belajar dengan tenang dan berprestasi sesuai bakat dan minatnya," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.