Akurat

Dukung Transformasi Logistik Nasional, PIS Modernisasi Armada hingga Tingkatkan Standar Operasional

Rizky Dewantara | 22 November 2025, 22:08 WIB
Dukung Transformasi Logistik Nasional, PIS Modernisasi Armada hingga Tingkatkan Standar Operasional

 

AKURAT.CO Pertamina Group melakukan sejumlah aksi nyata untuk mendukung transformasi logistik nasional, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kini, Pertamina telah mengoperasikan 108 kapal milik yang melayani distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia maupun internasional. 

Melalui anak usahanya, PT Pertamina International Shipping (PIS), perusahaan mendukung transformasi logistik nasional dan ketahanan energi, melalui modernisasi armada serta peningkatan standar operasional di sektor logistik maritim kelas dunia. Sehingga, menambah kapabilitas dan daya saing industri pelayaran nasional di pasar mancanegara. 

Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), Surya Tri Harto, menambahkan peningkatan dan modernisasi armada distribusi dan logistik energi bertujuan untuk memperkokoh keandalan distribusi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Transformasi Logistik Nasional, Menhub Bidik Zero ODOL di 2027

PIS saat ini mengoperasikan lebih dari 90 rute domestik dan 65 rute internasional, dengan kinerja positif yang terus meningkat. Hingga kuartal III-2025, PIS telah mengangkut energi setara 127,35 juta KL baik untuk dalam maupun luar negeri. 

Capaian solid tersebut seiring dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang ditempuh, mulai dari pengembangan kapal dan terminal milik hingga melakukan digitalisasi untuk menunjang operational excellence.

Beberapa program strategis juga telah dilaksanakan, seperti perluasan pasar non-captive dengan ekspansi rute internasional melalui 3 kantor strategis, dan diversifikasi jenis kargo.

Dari sisi peningkatan daya saing, dia menegaskan komitmen PIS menjadi perusahaan logistik dan transportasi energi terintegrasi kelas dunia. Tahun ini, sudah ada 84 kapal milik PIS yang telah memenuhi standar inspeksi SIRE (Ship Inspection Report Programme), standarisasi inspeksi kapal tanker guna memastikan standar keselamatan.

Selain itu, PIS juga menerapkan Tanker Management and Self Assessment (TMSA) yang dibakukan oleh The Oil Companies International Marine Forum (OCIMF), sebagai acuan pemenuhan aspek HSSE di terminal-terminal internasional. 

Baca Juga: Program B40 hingga Transisi EBT Perkuat Ketahanan Energi dan Sektor Logistik Nasional

"Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional. Serta, memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia," kata Surya, Sabtu (22/11/2025). 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya transformasi sektor logistik nasional sebagai kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Ekonomi Indonesia akan semakin tumbuh dan maju, termasuk memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat jika ditopang oleh sektor konektivitas yang berdaya saing. Untuk itu, kita ingin sektor logistik Indonesia makin maju. Tema besar tahun ini adalah transforming logistics, transforming Indonesia . Sangat relevan dengan arah pembangunan kita," kata AHY, Rabu. 

Dia pun menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pertumbuhan ekonomi bisa maksimal disertai pemerataan dan keberlanjutan. Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 menuntut kerja keras dan percepatan nyata.

"Waktunya tinggal dua dekade, fase yang sangat singkat dalam perspektif sejarah. Kita harus melipatgandakan upaya, mendorong pertumbuhan hingga 8 persen dan meningkatkan GDP per kapita agar setara negara maju. Prosperity dan sustainability harus bergandengan tangan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.