Program B40 hingga Transisi EBT Perkuat Ketahanan Energi dan Sektor Logistik Nasional

AKURAT.CO Para pelaku usaha logistik dan rantai pasok nasional menyampaikan apresiasi dan dukungan atas langkah strategis pemerintah, dalam memperkuat ketahanan energi nasional sepanjang tahun 2025.
Kebijakan hilirisasi energi, akselerasi transisi EBT, program B40, hingga peningkatan lifting minyak dinilai tidak hanya berdampak positif pada ketahanan energi, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan efek berantai pada sektor logistik rantai pasok nasional.
Ketua Dewan Pembina DPP ALFI sekaligus Senior Vice President FIATA, Yukki Nugrahawan Hanafi, menekankan bahwa berbagai inisiatif kebijakan tersebut memiliki efek berganda. Tidak hanya pada sektor energi itu sendiri, namun juga terhadap daya saing ekonomi dan penguatan ekosistem logistik rantai pasok nasional.
Baca Juga: Pertamina Aktifkan Satgas Nataru 2025-2026, Pasokan Energi Dijamin Aman
"Kami mengapresiasi pemerintah yang berkomitmen meningkatkan ketahanan energi nasional melalui berbagai kebijakan strategis. Ketika sektor energi kuat dan berfokus pada domestic supply chain, maka permintaan pada sektor logistik rantai pasok turut mengalami kenaikan," kata Yukki di Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Dia menambahkan, kebijakan pemerintah pada sektor energi ini telah menyebabkan naiknya kebutuhan akan transportasi logistik, baik untuk distribusi bahan bakar migas atau biofuel, peralatan pendukung infrastruktur pada proyek transisi energi, hingga distribusi energi ke wilayah terpencil sehingga berdampak pada pemerataan permintaan.
Naiknya kebutuhan permintaan ini diartikan sebagai peningkatan volume yang berpotensi menekan biaya logistik nasional menjadi lebih efisien dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, realisasi lifting minyak terus menunjukan peningkatan yang on track dengan target menuju 1 juta barel per hari, di mana hingga November ini SKK Migas mencatat produksi minyak yang telah mencapai 606.020 barel per hari, melebih target APBN 2025.
"Juga sama halnya dengan target B50 yang akan mengalihkan ekspor CPO ke pasar domestik yang nantinya akan mendorong permintaan logistik untuk distribusi bahan baku. Kami memaknai angka pertumbuhan ini dengan optimis untuk melihat peluang bisnis pada sektor logistik rantai pasok yang menopang sektor energi," kata Yukki.
Baca Juga: PLN Operasikan Smart Microgrid di Nusa Penida, Dorong Energi Hijau
Kenaikan permintaan pada sektor logistik rantai pasok juga sejalan dengan peningkatan realisasi investasi. Sebagai informasi, Riset INDEF pada bulan Oktober lalu menemukan bahwa tren investasi pada hulu migas juga terus menunjukan tren positif dengan kenaikan pertumbuhan kuartal III-2025 mencapai 12 persen (yoy) atau naik menjadi USD10,37 miliar dari USD9,30 miliar pada kuartal III-2024.
Pelaku usaha juga berharap, sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat agar memberikan kesempatan dunia usaha untuk terlibat dalam kebijakan ketahanan energi nasional.
"Kami berharap penguatan kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, BUMN, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya terus terjadi dari hulu ke hilir, agar sektor logistik juga dapat tetap menjadi penopang dalam kebijakan ketahanan energi," tutup Yukki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







