Akurat

BSN Perkuat Pemerataan Infrastruktur Mutu sebagai Fondasi Ekonomi Indonesia Emas 2045

Wahyu SK | 26 November 2025, 20:56 WIB
BSN Perkuat Pemerataan Infrastruktur Mutu sebagai Fondasi Ekonomi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggelar Bulan Mutu Nasional (BMN) 2025 bertajuk "Infrastruktur Mutu Nasional: Fondasi Mutu, Mendorong Penguatan Ekonomi untuk Indonesia Emas 2045" di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

BMN 2025 menjadi forum strategis untuk menyatukan visi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi dan lembaga penilaian kesesuaian dalam memperkuat Infrastruktur Mutu Nasional (IMN).

Agenda ini juga mengangkat kebutuhan daerah, dinamika industri, kesiapan LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) serta peran Infrastruktur Mutu Nasional (IMN) dalam proses hilirisasi dan peningkatan daya saing nasional.

Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menyebut bahwa penguatan dan perluasan layanan IMN menjadi agenda penting dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif.

Baca Juga: Jokowi: Fondasi Infrastruktur dan Regulasi Adalah Kunci Transformasi Ekonomi Indonesia

"Pemerataan Infrastruktur Mutu Nasional adalah fondasi agar transformasi ekonomi tidak hanya terjadi di pusat-pusat pertumbuhan tetapi dirasakan hingga ke seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Kristianto menjelaskan, BSN telah menjalankan fungsi fasilitasi, pembinaan dan harmonisasi kebijakan. Termasuk pengembangan pedoman IMN serta koordinasi lintas sektor dengan kementerian, pemerintah daerah, lembaga penilaian kesesuaian, perguruan tinggi, asosiasi industri serta mitra pembangunan.

Upaya ini bertujuan memastikan IMN terus berkembang dan memberikan layanan yang lebih luas, efisien dan kredibel bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam penguatan ekosistem mutu nasional, BSN hingga saat ini telah memfasilitasi pengembangan 116 LPK agar siap memberikan layanan yang kredibel. Melalui program SNI Bina UMK, sebanyak 2.109.202 produk UMK telah mendapatkan pendampingan pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga: Prabowo Pacu Konektivitas Nasional: Lima Infrastruktur Baru Diluncurkan

Selain itu, BSN juga telah melakukan pembinaan kepada 2.671 pelaku usaha untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam memenuhi persyaratan mutu.

Hingga Oktober 2025, BSN telah menerbitkan 4.016 Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI sebagai bentuk pengakuan atas produk yang memenuhi standar.

"Produk unggulan daerah memiliki potensi besar dan tugas kita adalah memastikan mereka memperoleh akses yang efisien terhadap layanan pengujian, sertifikasi dan metrologi. Dengan IMN yang kuat, kredibel dan inklusif, kita memperkuat daya saing nasional untuk menuju Indonesia Emas 2045," jelas Kristianto.

Selain memastikan kompetensi lembaga penilaian kesesuaian di dalam negeri, penguatan keberterimaan internasional juga menjadi prioritas.

Baca Juga: AHY Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Penyelesaian Sertifikasi Tanah Masyarakat Transmigrasi

Melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN), Indonesia telah memperoleh pengakuan internasional melalui keanggotaan penuh pada ILAC dan IAF serta penandatanganan MRA APAC & ILAC dan MLA IAF.

Pengakuan ini memastikan bahwa hasil pengujian, kalibrasi, sertifikasi dan inspeksi dari LPK terakreditasi KAN diakui secara global.

Dengan demikian, konsep tested once, accepted everywhere atau satu kali diuji, diterima di mana saja dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku industri nasional.

Sistem akreditasi yang diakui secara internasional memungkinkan produk Indonesia memasuki pasar global dengan lebih mudah, mengurangi hambatan teknis perdagangan dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

Baca Juga: Tiga Kementerian Teken MoU Perkuat Infrastruktur Pesantren dan Perlindungan Santri

Sebagai bagian dari upaya memperluas dampak program-program tersebut, BSN menghadirkan BMN 2025 sebagai ruang kolaboratif untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap pembangunan ekosistem mutu yang lebih merata dan berkelanjutan.

BMN 2025 menghadirkan soft launching skema akreditasi baru KAN, penyerahan sertifikat SNI untuk UMKM dan organisasi, penyerahan sertifikat akreditasi LPK serta penandatanganan kerja sama strategis antara BSN dengan mitra eksternal.

Selain itu, seminar nasional akan membahas arah kebijakan IMN dalam RPJMN 2025-2029 dengan menghadirkan Bappenas, pemerintah daerah, asosiasi LPK dan pelaku industri yang telah memanfaatkan IMN untuk masuk ke pasar global.

Baca Juga: Cak Imin Minta Audit Infrastruktur Seluruh Pesantren Tuntas di 2025

Momentum BMN 2025 diharapkan memperkuat komitmen nasional dalam membangun IMN yang kokoh, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan global.

Dengan pemanfaatan Infrastruktur Mutu Nasional yang merata di seluruh Indonesia, hilirisasi produk unggulan daerah dapat berkembang lebih kuat, daya saing industri nasional meningkat dan masyarakat memperoleh layanan mutu yang kredibel sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK