Pembangunan Kependudukan Harus Utamakan Kualitas Manusia

AKURAT.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan, pembangunan kependudukan tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur.
Ia menyebut, peningkatan kualitas manusia harus menjadi prioritas utama dalam strategi pembangunan jangka panjang.
“Yang kita bangun itu bukan hanya infrastruktur. Yang kita bangun adalah manusianya. Hasilnya baru akan terlihat dalam lima hingga 15 tahun mendatang,” ujarnya, dikutip Minggu (16/11/2025).
Wihaji menjelaskan, peran Kemendukbangga/BKKBN saat ini jauh lebih luas dari sekadar kontrasepsi dan program Keluarga Berencana (KB). Lembaganya kini berfokus pada pengendalian penduduk serta pembangunan keluarga secara komprehensif.
“KB penting, kontrasepsi penting, tetapi tujuan besarnya adalah memastikan penduduk tumbuh seimbang melalui pendekatan yang tepat,” terangnya.
Ia juga menyoroti hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang menunjukkan angka stunting nasional berada di 19,8 persen.
Menurutnya, kondisi ini masih memerlukan perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap kecerdasan dan daya saing generasi mendatang.
Baca Juga: Ketua DPD PERATIN Sumsel Tegaskan Organisasi Sah dan Diakui Pemerintah
“Dari 10 balita, satu masih berisiko stunting. Jika stunting, potensi IQ bisa berada di bawah 78. Ini memengaruhi daya saing generasi Indonesia ke depan,” jelasnya.
Untuk menekan berbagai persoalan kependudukan, BKKBN menjalankan lima program percepatan (quick wins), yakni:
-
GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
-
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
-
GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
-
AI Super Apps Keluarga yang direncanakan rilis 25 Desember
-
SIDAYA (Lansia Berdaya)
Ia juga menyebut rencana peluncuran Kartu Lansia pada 5 Desember sebagai bagian dari penguatan dukungan terhadap warga senior.
Selain itu, Wihaji menegaskan komitmen untuk menjalankan amanah Presiden dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B).
Kemendukbangga/BKKBN bertugas memastikan pendataan serta edukasi berjalan optimal sehingga program tepat sasaran.
“Saya menjalankan amanah Presiden, tetapi keberhasilan program sangat ditentukan oleh kerja nyata para petugas dan kader di lapangan,” tegasnya.
Baca Juga: Gubernur Bali Ngadu Investasi Asing Tak Terkendali, Ganggu UMKM hingga Alih Fungsi Lahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







