BGN Tutup Pendaftaran Mitra Baru, Fokus Verifikasi 25 Ribu SPPG di Lapangan

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) kini memfokuskan perhatian pada verifikasi dan penguatan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah terdaftar dan beroperasi di seluruh Indonesia.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut bahwa pendaftaran mitra baru resmi ditutup karena jumlah calon SPPG sudah melebihi kebutuhan nasional.
"Potensi penambahan SPPG ini demikian, yang sudah operasional hari ini ada 14.863 dan kemudian yang mitra yang masih ada dalam pendaftaran kami yang dalam proses persiapan seperti diketahui bahwa portal mitra kita sudah ditutup secara permanen karena target mitra yang ingin bergabung dengan Badan Gizi Nasional untuk membentuk satuan pemenuhan gizi sudah melebihi dari cukup," jelasnya, dalam rapat bersama Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga: Kepala BGN: Capaian Program MBG Lampaui Target, Sudah Menjangkau 42 Juta Penerima Manfaat
Menurut Dadan, meski pendaftaran sudah ditutup, namun masih terdapat ribuan calon mitra yang sedang dalam tahap persiapan operasional.
"Ini ada potensi penambahan SPPG operasional yang masih dalam proses persiapan sebanyak 14.189 dan kemudian masih ada tersisa yang kena rollback. Ini 579 yang masih kita kemudian analisis sehingga total SPPG aglomerasi yang kita targetkan sebanyak 25.400. Itu calon mitranya sudah cukup sehingga sementara kita tutup pendaftarannya," katanya.
Mulai pekan ini BGN mengirimkan tim khusus dari pusat untuk menganalisis kesiapan mitra di lapangan. Langkah ini dilakukan karena sejumlah mitra diketahui belum memberikan laporan kemajuan meski sudah mendaftar lebih dari 90 hari.
Baca Juga: BGN Batasi SPPG Hanya Layani Maksimal 3.000 Porsi MBG: Jaga Kualitas Pelayanan
"Dan kita mulai minggu ini menerjunkan tim dari pusat untuk menganalisis kesiapan para mitra di lapangan karena banyak yang dalam proses persiapan sudah lebih dari 90 hari belum ada laporan. Sehingga kita akan cek kalau ternyata tidak ada progres kita akan delete dan kita akan buka kesempatan bagi mereka yang serius," jelas Dadan.
BGN akan melakukan kroscek terhadap laporan yang telah dikumpulkan oleh tim di daerah untuk memastikan akurasi data dan kesiapan operasional SPPG.
Menurut Dadan, langkah ini penting untuk memastikan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi prioritas nasional.
Baca Juga: Sora Wargi Bogor Dukung Program MBG: Apresiasi untuk BGN dan Dampaknya bagi Ekonomi Daerah
Dengan jumlah SPPG yang memadai dan berfungsi optimal, Program MBG diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara merata dan akuntabel.
"Jadi, mulai minggu ini tim sudah turun ke berbagai provinsi dari pusat. Yang sebenarnya kita juga punya tim di daerah tapi untuk saling kroscek kita turunkan tim secara khusus," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









