Akurat

Paviliun Indonesia di COP30 Belém Diresmikan, Simbol Komitmen Menuju Aksi Iklim Nyata dan Pasar Karbon Berintegritas

Wahyu SK | 12 November 2025, 00:03 WIB
Paviliun Indonesia di COP30 Belém Diresmikan, Simbol Komitmen Menuju Aksi Iklim Nyata dan Pasar Karbon Berintegritas

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia meresmikan Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belém, Brasil, Selasa (11/11/2025).

Peresmian dilakukan oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo. Ditandai dengan pemotongan tumpeng khas Indonesia dan didampingi oleh istri, Anie H. Djojohadikusumo, sebagai simbol rasa syukur dan persatuan.

Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Baca Juga: Ketua DPD RI Dorong Pembentukan UU Perubahan Iklim: Saatnya Indonesia Punya Regulasi Hijau

Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki; Duta Besar RI untuk Federasi Brasil, Edi Yusup; serta perwakilan berbagai negara, organisasi internasional dan sektor nonnegara.

Dalam kesempatan tersebut, Hashim menyampaikan bahwa Paviliun Indonesia menjadi sarana soft diplomacy yang memperkuat diplomasi resmi Indonesia di forum global.

"Paviliun ini bukan sekadar pameran, tetapi ruang di mana ide bertemu aksi, dan kolaborasi mengubah ambisi menjadi tindakan nyata," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Pimpin Aksi Iklim Global di COP30, Menteri LH: Kami Memimpin dengan Aksi Nyata

Hashim menegaskan bahwa Indonesia hadir di COP30 dengan prinsip keadilan, tanggung jawab bersama namun berbeda dan kemampuan masing-masing negara serta komitmen untuk menjembatani ambisi global dengan implementasi nyata.

Indonesia terus memperkuat ambisi iklimnya melalui Second NDC yang disampaikan pada Oktober 2025 dengan target baru menuju Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat.

Selain itu, dua regulasi penting baru, Perpres Nomor 109/2025 tentang Waste to Energy dan Perpres Nomor 110/2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, menandai lahirnya ekosistem karbon nasional berintegritas tinggi, terbuka bagi partisipasi global dan berpotensi memobilisasi pendanaan hingga USD 7,7 miliar per tahun.

Baca Juga: Pemimpin Muda Sadar Iklim, Lawan Kebijakan Wisata Toxic

"Indonesia bertekad menjadi pusat global bagi pasar karbon berintegritas tinggi yang menciptakan dampak nyata, lapangan kerja hijau dan ketahanan masyarakat," tutur Hashim.

Paviliun Indonesia di COP30 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil dan generasi muda, untuk memperkuat kemitraan dan menampilkan inovasi iklim Indonesia di panggung dunia.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK