Akurat

Lebih dari 50 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Beragam Masalah Kesehatan Masyarakat Terdeteksi

Wahyu SK | 5 November 2025, 12:10 WIB
Lebih dari 50 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Beragam Masalah Kesehatan Masyarakat Terdeteksi

AKURAT.CO Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian bersejarah dengan lebih dari 50,5 juta peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan di seluruh Indonesia.

Partisipasi besar pada Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto ini sekaligus mengungkap gambaran kesehatan masyarakat, yakni tingginya proporsi warga dewasa yang kurang aktivitas fisik mencapai 95,8 persen serta temuan signifikan pada kesehatan gigi, obesitas dan tekanan darah.

Program CKG periode 10 Februari hingga 4 November 2025 mencatat partisipasi publik yang luar biasa. Dari 53,6 juta pendaftar, sebanyak 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Kemenkes Bakal Perluas Akses CKG ke Klinik, Perkantoran hingga Mall

 Kegiatan CKG umum mencatat 34,3 juta kehadiran peserta, sementara CKG sekolah diikuti oleh 16,2 juta peserta yang hadir.

Meski capaian tersebut membanggakan, data CKG menunjukkan tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data akhir Oktober 2025, pada kelompok dewasa, hampir seluruh peserta masuk kategori kurang aktivitas fisik sebanyak 96 persen, disusul karies gigi (41,9 persen), obesitas sentral (32,9 persen), overweight dan obesitas (24,4 persen).

Baca Juga: MBG hingga CKG, Program Sosial Masif Warnai Satu Tahun Pemerintahan Prabowo

Temuan ini mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, keberhasilan partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran publik. Sekaligus membuka ruang besar untuk memperkuat program promotif dan preventif.

"Pencapaian lebih dari 50,5 juta peserta merupakan tonggak penting bagi upaya kesehatan nasional. Namun data CKG juga memberi peringatan serius bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus semakin menjadi prioritas bersama," ujar Menkes di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga: Hasil CKG: Jakarta Jadi Wilayah dengan Kasus Depresi dan Kecemasan Tertinggi

Menkes menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan massal tetapi merupakan instrumen strategis untuk deteksi dini dan tatalaksana dini untuk penyakit.

Semakin dini penyakit ditangani dan diobati maka peluang sembuh menjadi lebih baik sehingga seseorang akan terhindar dari penyakit katastropik dan kecacatan bahkan kematian.

"Program ini bukan hanya soal jumlah peserta tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan, layanan kesehatan dan intervensi di masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Pentingnya Sinergi Lintas Sektor untuk Sukseskan Program CKG dan MBG Menuju Generasi Emas

Temuan serupa juga terlihat pada kelompok usia lain. Pada bayi baru lahir ditemukan risiko kelainan saluran empedu (18,6 persen), berat badan lahir rendah (6,1 persen) dan penyakit jantung bawaan kritis (5,5 persen). Pada balita dan anak prasekolah, masalah gigi tidak sehat (31,5 persen), stunting (5,3 persen) dan wasting (3,8 persen) masih mendominasi.

Sementara di kalangan remaja dan pelajar ditemukan aktivitas fisik kurang (60,1 persen), karies gigi (50,3 persen) dan anemia (27,2 persen) menunjukkan pola hidup tidak aktif sudah terbentuk sejak usia muda.

Pada kelompok lansia pun tak luput dari perhatian. Sebanyak 96,7 persen tercatat kurang aktivitas fisik dan 37,7 persen mengalami hipertensi.

Baca Juga: Hasan Nasbi Pantau CKG Sekolah di SMAN 6 Tangsel, Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Potensi Penyakit pada Anak

Menkes mengatakan, hasil CKG akan digunakan untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan promosi gaya hidup sehat di masa mendatang.

"Kita ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Menkes, keberhasilan pelaksanaan CKG tidak lepas dari kolaborasi tenaga medis, tenaga kesehatan serta dukungan puskesmas dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Baca Juga: DPR Harap Program CKG Lebih Banyak Menjangkau Seluruh Masyarakat Indonesia

"Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh petugas kesehatan yang terlibat serta pemerintah daerah. Tanpa mereka, mustahil program sebesar ini bisa berjalan sukses dan berdampak luas," jelasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK