Kemenkes Bakal Perluas Akses CKG ke Klinik, Perkantoran hingga Mall

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperluas akses program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dengan melibatkan sejumlah klinik sampai menggandeng komunitas, untuk mencapai target 100 juta penerima manfaat di tahun 2025.
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes, Setiaji, menyampaikan nantinya pemeriksaan CKG tidak hanya bisa dilakukan di puskesmas. Melainkan akan diberlakukan di beberapa klinik maupun kantor-kantor yang telah memiliki klinik secara bertahap.
"Nah itu sistemnya sudah kita siapkan. Ini sekarang lagi uji coba sehingga nanti klinik, terus kemudian komunitas ataupun kantor dan lain sebagainya, bisa buka layanan CKG untuk menambah jumlah CKG tadi sehingga masyarakat bisa langsung datang ke sana," kata Setiaji, usai konferensi pers pembukaan registrasi Sandbox Kemenkes 2025, Senin (3/11/2025).
Baca Juga: Gibran Tinjau CKG di SMAK Penabur Cirebon, Temukan Kasus Hipertensi dan Anemia pada Siswa
Dia juga menyatakan akan membuka sentra-sentra CKG di beberapa tempat, untuk mempermudah masyarakat melakukan pemeriksaan. Seperti saat pandemi Covid- 19, di mana masyarakat dapat menemukan sentra vaksin covid di banyak tempat.
"Selain Puskesmas lah, kalau sekarang kan hanya bisa di Puskesmas. Dulu inget ya waktu Covid ya, kan buka ya, sentra-sentra vaksin gitu ya, ini juga sama lah, sentra CKG lah," ujar dia.
Dia menyampaikan, Kemenkes juga akan melakukan jemput bola secara terbuka untuk menyediakan akses CKG lebih mudah dijumpai. Menurutnya, salah satu langkah ialah menggandeng komunitas dalam melaksanakan event-event besar di pusat keramaian seperti mall.
"Ya itu, kan yang komunitas itu bisa melakukan aktivasi di tempat-tempat. Dulu misalnya di mall gitu ya, di tempat-tempat yang memang perlu. Tapi kan bedanya kalau vaksin itu lebih simple, kalau sekarang kan ada pemeriksaan cukup banyak ya, mulai dari blood dan sebagainya," ungkapnya.
Baca Juga: 46,9 Juta Orang Sudah Daftar Program CKG, Diabetes hingga Hipertensi Paling Banyak Ditemui
Setiaji menegaskan, pemerintah terus berupaya agar semakin banyak masyarakat yang melakukan CKG. Saat ini dalam sehari, pihaknya dapat menyasar hingga 10 juta orang lebih dalam sebulannya.
"Sekarang kan sehari ini kita bisa menyasar kurang lebih 500-an (orang) ya. Artinya seminggu 2,5 juta lah. Jadi kalau sebulan ya berarti 10 jutaan," jelasnya.
Dia pun optimis dengan upaya yang dilakukan dapat menjangkau masyarakat melakukan pemeriksaan CKG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








