Akurat

Doa Novena: Makna, Asal-Usul, dan Cara Melaksanakannya dalam Tradisi Katolik

Herry Supriyatna | 5 November 2025, 00:00 WIB
Doa Novena: Makna, Asal-Usul, dan Cara Melaksanakannya dalam Tradisi Katolik

AKURAT.CO Bagi umat Katolik, doa merupakan bagian penting dalam kehidupan iman sehari-hari. Melalui doa, umat berkomunikasi secara pribadi dengan Allah, mengungkapkan syukur, penyesalan, maupun permohonan.

Di antara berbagai bentuk doa dalam Gereja Katolik, terdapat satu devosi yang sangat populer dan kaya makna, yaitu Doa Novena.

Tradisi ini telah dijalankan selama berabad-abad sebagai wujud ketekunan, kesetiaan, dan penyerahan diri kepada rahmat Tuhan.

Apa Itu Doa Novena?

Istilah Novena berasal dari bahasa Latin novem, yang berarti “sembilan”. Sesuai namanya, doa novena adalah rangkaian doa yang dipanjatkan selama sembilan hari berturut-turut.

Novena biasanya dilakukan untuk memohon rahmat atau intensi tertentu, seperti kesembuhan, pertolongan dalam kesulitan, keteguhan iman, atau pengabulan suatu niat pribadi.

Devosi ini dapat dilakukan secara pribadi di rumah, ataupun bersama-sama di gereja, kapel, maupun dalam komunitas kategorial.

Tujuan Novena bukan sekadar mengulangi permohonan selama sembilan hari, tetapi mengajak umat bertekun dalam doa, melatih kesabaran, serta menyerahkan hidup kepada kehendak Allah.

Melalui konsistensi tersebut, relasi umat dengan Tuhan semakin diperdalam dan dimurnikan.

Baca Juga: CBDK Bukukan Laba Bersih Rp1,4 Triliun, Tumbuh 74% Persen di Kuartal III-2025

Asal-Usul Doa Novena

Tradisi novena berakar kuat dalam sejarah Gereja. Dasar spiritualnya bersumber dari peristiwa sebelum Pentakosta.

Setelah Yesus naik ke surga, para rasul bersama Maria, Bunda Yesus, berkumpul dan berdoa selama sembilan hari penuh sambil menantikan turunnya Roh Kudus (lih. Kisah Para Rasul 1:12–14).

Pada hari kesepuluh, yakni hari Pentakosta, Roh Kudus turun atas mereka.

Peristiwa inilah yang menjadi inspirasi umat Katolik untuk meneladani semangat doa sembilan hari sebagai persiapan rohani sebelum menerima rahmat khusus.

Dalam perkembangannya, novena menjadi bentuk devosi untuk menghormati Yesus, Bunda Maria, para malaikat, atau para santo-santa.

Jenis-Jenis Doa Novena yang Populer

Dalam Gereja Katolik, terdapat beragam novena dengan fokus dan tujuan tertentu. Beberapa di antaranya yang paling dikenal adalah:

  1. Novena kepada Bunda Maria

    Untuk memohon perlindungan dan pertolongan melalui doa Bunda Allah, misalnya Novena Tiga Salam Maria dan Novena Bunda Penolong Abadi.

  2. Novena kepada Santo Yosef

    Umumnya dipanjatkan untuk memohon bimbingan, berkat bagi keluarga, ataupun keputusan hidup dan pekerjaan.

  3. Novena Hati Kudus Yesus

    Diperuntukkan bagi umat yang memohon agar hatinya dipenuhi kasih, kerahiman, dan kelembutan Allah.

  4. Novena Roh Kudus

    Biasanya dilakukan menjelang Pentakosta untuk memohon terang dan bimbingan Roh Kudus dalam perjalanan iman.

  5. Novena untuk Arwah

    Dipanjatkan sebagai doa syafaat bagi jiwa orang beriman yang telah meninggal, agar diterima dalam kebahagiaan kekal di surga.

Setiap novena memiliki doa, renungan, dan intensi tertentu yang didoakan setiap hari selama sembilan hari.

Baca Juga: Pramono Klaim Penanganan Banjir di Jakarta Kini Hanya Hitungan Jam

Makna Spiritualitas di Balik Novena

Novena bukan ritual formalitas atau sekadar menyelesaikan rangkaian doa selama sembilan hari. Lebih dari itu, novena mengajarkan umat untuk:

• Bertumbuh dalam kesabaran dan kesetiaan kepada Allah
• Menguatkan pengharapan akan penyelenggaraan-Nya
• Menyelaraskan kehendak pribadi dengan kehendak Tuhan
• Menjalin kedekatan rohani dengan Yesus, Bunda Maria, atau santo-santa yang didoakan

Karena dilaksanakan secara berulang, novena menjadi latihan disiplin rohani yang membantu umat untuk tidak mudah menyerah dalam iman, meskipun pergumulan hidup tak selalu segera terjawab.

Cara Melakukan Doa Novena

Pelaksanaan doa novena dapat dilakukan dengan sederhana:

  1. Tentukan niat atau intensi doa yang ingin dipersembahkan.

  2. Pilih novena yang sesuai dengan intensi tersebut.

  3. Tetapkan waktu tetap setiap hari untuk berdoa selama sembilan hari berturut-turut.

  4. Mulailah dengan Tanda Salib, lalu bacakan doa pembuka, renungan, dan doa penutup sesuai novena yang dipilih.

  5. Sertai seluruh proses dengan iman, kerendahan hati, dan penyerahan diri.

Jika pada suatu hari umat tidak dapat berdoa sesuai jadwal, novena dapat dilanjutkan dengan ketulusan hati untuk menyelesaikan seluruh rangkaian doa.

Doa Novena merupakan devosi yang kaya makna dalam tradisi Katolik. Lebih dari sekadar sembilan hari doa, novena adalah perjalanan iman yang membentuk hati umat agar semakin teguh, setia, dan berserah kepada Allah.

Dengan meneladani para rasul dan Bunda Maria yang bertekun dalam doa sebelum Pentakosta, umat Katolik diundang untuk mempercayakan hidup, pergumulan, dan harapannya kepada Tuhan—melalui doa sederhana yang penuh kuasa ini.

Baca Juga: Dupoin Gelar Voyage Program: Trading Berhadiah Liburan ke Turki dan Reward Eksklusif

Laporan: Bunga Adinda/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.