Akurat

Indonesia Jaga Disiplin Inflasi dan Momentum Pertumbuhan

Wahyu SK | 4 November 2025, 12:09 WIB
Indonesia Jaga Disiplin Inflasi dan Momentum Pertumbuhan

AKURAT.CO Indonesia kembali menjadi sorotan positif di kawasan Asia berkat performa makroekonomi yang stabil dan kebijakan fiskal yang matang.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi harga konsumen utama sebesar 2,86 persen secara tahunan (YoY) dan 2,10 persen secara tahun kalender (YtD). Angka ini memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menjaga kestabilan harga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Menurut Shan Saeed, Chief Economist Juwai IQI Global, capaian tersebut merupakan bukti disiplin kebijakan ekonomi nasional.

Baca Juga: Ekonom Global Kagumi Konsistensi Kebijakan Indonesia: Stabilitas dan Pertumbuhan Bisa Koeksis

"Moderasi ini yang berada dalam kisaran dua-tiga persen mencerminkan ketepatan kebijakan moneter Bank Indonesia dan efektivitas pengelolaan fiskal yang terukur," ujarnya.

Selain inflasi yang terkendali, nilai tukar rupiah juga relatif stabil sepanjang 2025. Kondisi ini memperkuat kepercayaan publik terhadap ortodoksi moneter Indonesia dan menegaskan ketahanan eksternal ekonomi nasional.

Apresiasi pun layak diberikan kepada Bank Indonesia atas keberhasilannya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan dorongan pertumbuhan.

Baca Juga: Ekonom Global Apresiasi Kinerja Ekonomi RI: Inflasi Terkendali, Pertumbuhan Terjaga

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan berada di kisaran 5,0 persen hingga 5,8 persen menjadi sinyal kuat bahwa negara ini masih termasuk dalam jajaran ekonomi berkembang paling tangguh di Asia.

Kombinasi antara inflasi yang rendah dan pertumbuhan yang solid disebut Shan Saeed sebagai "cawan suci" dalam manajemen makroekonomi modern.

"Koeksistensi antara inflasi rendah dan pertumbuhan yang kuat menjadi cawan suci dalam manajemen makroekonomi, melindungi daya beli masyarakat sekaligus mendorong pembentukan modal produktif," ujar Saeed.

Baca Juga: Ekonom Global: Indonesia Teladan Ketahanan Makro di Tengah Turbulensi Dunia

Konsistensi kebijakan antara pemerintah dan otoritas moneter telah menghasilkan sinergi yang memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Sinkronisasi ini terus memberikan hasil nyata berupa kepercayaan investor yang meningkat, keberlanjutan pertumbuhan dan stabilitas sosial yang terjaga.

Pasar Modal Mengonfirmasi Kepercayaan Investor

Kinerja pasar modal Indonesia juga memperlihatkan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik sekitar 7,5 persen secara tahunan dan 2,9 persen dalam sebulan terakhir hingga mencapai kisaran 8.272 poin.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Pemimpin Dunia Soal 'Serakahnomics': Ini yang Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Meski mengalami reli, valuasi pasar masih dalam batas wajar dengan rasio P/E di kisaran 13,1 yang selaras dengan rata-rata historis 11,7 hingga 14,7.

Sentimen positif ini menjadi cerminan kepercayaan investor terhadap stabilitas makro Indonesia.

"Narasi pasar saham tetap konstruktif, sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional," kata Saeed.

Menurutnya, kredibilitas makro Indonesia adalah fondasi penting yang menopang optimisme pasar modal dan kinerja korporasi domestik.

Baca Juga: Prabowo: KTT APEC 2025 Berlangsung Positif, Dunia Butuh Ketenangan untuk Pulihkan Ekonomi

Arus FDI Jadi Bukti Kepercayaan Global

Selain pasar saham, arus investasi asing langsung (FDI) juga mencerminkan kuatnya daya tarik ekonomi Indonesia. Pada tahun 2024, FDI mencatatkan arus masuk bersih sekitar USD24,1 miliar.

Angka ini menjadikan FDI sebagai salah satu pilar penting dalam pembentukan modal dan transformasi struktural ekonomi nasional.

Sektor penerima investasi asing juga menunjukkan diversifikasi yang sehat. Industri logam dan mesin menyerap sekitar 23,4 persen; disusul sektor telekomunikasi dan transportasi sebesar 11,2 persen, kimia dan farmasi 9,6 persen; serta pertambangan 9,4 persen.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Peluang Kerja Sama Ekonomi Kreatif ke Negara Afrika hingga Pasifik

Struktur ini memperlihatkan bagaimana Indonesia menempati posisi strategis dalam rantai nilai global.

Saeed menilai bahwa momentum tersebut memperkuat reputasi Indonesia sebagai magnet bagi modal berkualitas.

"Momentum ini memperkuat reputasi Indonesia sebagai magnet bagi modal berkualitas, didukung oleh arsitektur kebijakan reformis dan kedalaman institusional," tutur persen.

Kredibilitas Kebijakan dan Daya Saing Investor

Keberhasilan menjaga inflasi tetap rendah, pertumbuhan ekonomi yang solid, reli saham yang stabil, serta arus FDI yang meningkat menunjukkan kedaulatan makro Indonesia.

Baca Juga: Cak Imin Sebut Alfamart dan Indomaret Ancam Ekonomi Rakyat, Dorong Penguatan Koperasi Desa

Ekspektasi inflasi yang terkendali memberikan ruang bagi kebijakan moneter untuk ekspansi yang terarah tanpa menimbulkan risiko terhadap stabilitas pasar keuangan.

Investor global pun terus menaruh minat terhadap Indonesia, didorong oleh kejelasan arah kebijakan, bonus demografi yang potensial dan komitmen kuat terhadap transisi energi.

Pemerintah menunjukkan komitmen jangka panjang untuk menjaga stabilitas makro yang menjadi faktor utama dalam memperkuat kredibilitas Indonesia sebagai destinasi investasi yang terpercaya.

Baca Juga: Sumber Ekonomi Baru, Bappenas Minta Pemda Perkuat Investasi di Sektor Pariwisata

Melihat tren ekonomi terkini, Indonesia menunjukkan postur yang penuh kepercayaan diri namun tetap realistis. Kombinasi reformasi institusional, peningkatan investasi dan tata kelola yang prudent menjadikan ekonomi nasional lebih tahan terhadap guncangan global.

Dengan inflasi yang diperkirakan menurun menuju ambang 2 persen dan pertumbuhan PDB di sekitar 5,8 persen, Indonesia kini berdiri sebagai teladan ketahanan makro di kawasan ASEAN.

Dalam pandangan Shan Saeed, "Indonesia adalah tangan yang stabil di tengah turbulensi global, sekaligus simbol kemakmuran yang disiplin."

Makna dari pernyataan tersebut menggambarkan arah yang jelas: ekonomi Indonesia bergerak maju dengan fondasi kuat, keyakinan pasar yang solid serta kebijakan yang berpihak pada keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga: Mengenal Kawasan Ekonomi Khusus, Motor Penggerak Investasi dan Pemerataan Pembangunan Nasional

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK