Wakili Indonesia, Menag Hadiri Pembukaan Forum Perdamaian Dunia di Roma

AKURAT.CO Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, menghadiri pembukaan Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Dunia (International Meeting for Peace), yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio (La Comunità di Sant'Egidio) di Auditorium Parco della Musica, Roma.
Dalam acara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut, Menag duduk berdampingan dengan Presiden Italia, Sergio Mattarella dan Ratu Belgia, Mathilde, bersama sejumlah pemimpin dunia dan tokoh lainnya.
Kehadiran Menag Nasaruddin dalam forum tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, yang aktif berkontribusi dalam dialog lintas iman dan perdamaian global.
Baca Juga: Prabowo Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren, Menag Segera Lakukan Pendataan Ponpes
Forum tahun ini mengusung tema 'Daring Peace' atau 'Berani Mewujudkan Perdamaian', dan mempertemukan para pemimpin dunia, akademisi, serta tokoh kemanusiaan dari berbagai negara.
International Meeting for Peace dikenal sebagai salah satu forum global paling bergengsi, dan dihadiri oleh lebih dari 10.000 peserta dari seluruh dunia, untuk menyerukan perdamaian dan kesejahteraan.
Sejumlah tokoh yang hadir sebagai pembicara dalam pembukaan antara lain:
- Sergio Mattarella – Presiden Republik Italia
- Her Majesty Mathilde – Ratu Belgia
- Pietro Parolin – Kardinal, Sekretaris Negara Takhta Suci, Vatikan
- Ahmed Al-Tayyeb – Grand Syeikh Al-Azhar, Mesir
- Kondo Koko – Penyintas bom atom Hiroshima (Hibakusha)
- Pinchas Goldschmidt – Presiden Conference of European Rabbis
- Manuel Castells – Sosiolog, Universitas California Berkeley, Spanyol
Nasaruddin dijadwalkan akan berbicara di Forum bertema 'Remembering Pope Francis' (Mengenang Paus Fransiskus) pada Senin (27/10/2025) sore waktu Roma. Dia juga akan menyampaikan warisan nilai kemanusiaan Paus Fransiskus yang tetap relevan, dalam memperkuat dialog lintas iman serta solidaritas global.
Baca Juga: Di Forum MABIMS ke-21, Menag Beberkan Strategi Jadikan Masjid Pusat Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sosok Paus Fransiskus. Pada September 2024, Indonesia dan Masjid Istiqlal mendapat kehormatan menjadi salah satu tujuan kunjungan terakhir mendiang Paus sebelum wafat.
Keduanya menandatangani Deklarasi Istiqlal, komitmen bersama untuk mengadvokasi kemanusiaan, memperkuat dialog antaragama, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Dia menilai, pesan kemanusiaan Paus sejalan dengan filosofi Bhinneka Tunggal Ika, bahwa keberagaman adalah kekuatan pemersatu umat manusia. Di Indonesia, semangat toleransi itu diwujudkan secara nyata melalui Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.
International Meeting for Peace akan ditutup dengan Upacara Perdamaian (Peace Ceremony) di Koloseum Roma yang dihadiri langsung oleh Sri Paus Leo XIV.
Sebagai tokoh agama yang kerap mengedepankan dialog dan empati lintas iman, Nasaruddin membawa pesan bahwa perdamaian sejati hanya dapat lahir dari keterbukaan, penghormatan, dan kemanusiaan universal.
Melalui partisipasinya di forum Sant’Egidio, Indonesia kembali menempatkan diri di barisan terdepan upaya global untuk membangun peradaban dunia yang damai, berkeadaban, dan berlandaskan spiritualitas kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









