46,9 Juta Orang Sudah Daftar Program CKG, Diabetes hingga Hipertensi Paling Banyak Ditemui

AKURAT.CO Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, menuturkan dalam waktu kurang dari setahun, akses layanan dasar meningkat pesat dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan makin tinggi.
Menurutnya, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pada pelayanan publik. Per 20 Oktober 2025, lebih dari 46,9 juta orang mendaftar, dan 43,9 juta orang telah mendapatkan layanan.
Pemeriksaan dilakukan di 10 ribu puskesmas dan 125 ribu sekolah dengan layanan tekanan darah, gula darah, anemia, dan status gizi. Dari hasil tersebut menunjukan obesitas sentral, diabetes, dan hipertensi sebagai masalah paling banyak ditemukan.
Orang dengan perut buncit memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena diabetes dan hipertensi, yang bisa berujung stroke atau penyakit jantung. Masalah gigi juga banyak ditemukan pada peserta pemeriksaan.
Baca Juga: MBG hingga CKG, Program Sosial Masif Warnai Satu Tahun Pemerintahan Prabowo
"Program ini juga menghasilkan data penting untuk perencanaan kebijakan kesehatan nasional dan daerah," kata Aji dalam keterangannya, dikutip Rabu (22/10/2025).
Sementara itu, pengendalian TBC menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sistem Informasi TBC (SITB) per 5 Oktober 2025, penemuan kasus mencapai 621 ribu orang atau 57 persen dari estimasi nasional, dan 562 ribu lebih diobati (90 oersen).
Program Terapi Pencegahan TBC (TPT) juga meningkat. Hingga September 2025, 143.284 orang telah menjalani TPT, naik dari 79.008 orang pada tahun sebelumnya.
Lebih dari 7.000 puskesmas kini menggunakan sistem pemantauan digital untuk memperkuat pengawasan pengobatan dan deteksi dini. Strategi door-to-door screening juga tetap dilakukan di daerah padat dan terpencil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









