Akurat

Keselamatan Anak Jadi Prioritas Utama MBG, SPPG Bermasalah Akan Ditutup Sementara

Atikah Umiyani | 28 September 2025, 20:51 WIB
Keselamatan Anak Jadi Prioritas Utama MBG, SPPG Bermasalah Akan Ditutup Sementara

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan Presiden Prabowo Subianto menekankan keselamatan anak merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Kemarin, Bapak Presiden setibanya di Tanah Air langsung memimpin beberapa menteri di Halim untuk mengadakan rapat. Salah satu yang dibahas adalah mengenai Makan Bergizi Gratis. Setelah dari Halim, semalam masih melanjutkan pembahasan soal Makan Bergizi Gratis. Dan siang ini, atas instruksi dari Bapak Presiden, kami melakukan rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang tadi saya sampaikan kepada saudara-saudara," kata Zulhas, usai mengikuti rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Menurutnya, perhatian Prabowo terhadap insiden yang terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat serius. Sebab, setiap insiden yang terjadi menyangkut nasib generasi bangsa. 

Baca Juga: Legislator Gerindra Pastikan MBG Dibenahi: Program Bagus Harus Jalan Terus

"Jadi, betapa serius perhatian Bapak Presiden terhadap masalah ini. Saya sampaikan, atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden bahwa bagi pemerintah, keselamatan anak adalah prioritas utama. Kami menegaskan, insiden bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus," ujarnya.

Adapun, langkah yang ditempuh meliputi penutupan sementara SPPG bermasalah, evaluasi kedisiplinan di SPPG khususnya juru masak, serta sterilisasi peralatan dan perbaikan sanitasi, kualitas air, dan alur limbah. 

"Kemudian diperintahkan semua kementerian, lembaga, pemda, pemangku kepentingan program MBG ikut dan aktif dalam proses perbaikannya. Kementerian daerah, lembaga terkait juga harus bersama-sama aktif. Tidak menunggu, tapi aktif melakukan pengawasan," tegasnya.

Zulhas menambahkan bahwa setiap SPPG diwajibkan memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi (SLHS). 

Baca Juga: Suara Hati Pekerja Dapur MBG: Kami Bekerja Sepenuh Hati untuk Kemajuan

"Memang sertifikat laik higienis dan sanitasi itu syarat. Tetapi setelah kejadian, sekarang mendapat perhatian khusus. Harus, atau wajib hukumnya, setiap SPPG punya SLHS. Harus. Karena kalau tidak ada, nanti kejadian lagi, kejadian lagi. Karena keselamatan anak-anak kita adalah perintah utama," tuturnya.

Pemerintah juga meminta puskesmas dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ikut aktif melakukan pemantauan program ini secara rutin dan berkala. Langkah-langkah ini dilakukan secara terbuka agar masyarakat yakin makanan yang disajikan aman. 

"Semua langkah ini diambil secara terbuka agar masyarakat yakin bahwa makanan yang disajikan aman, bergizi bagi seluruh anak Indonesia," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.