Koperasi Desa Merah Putih Buka Peluang untuk Pemberdayaan Perempuan

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk meninjau langsung aktivitas koperasi dan berdialog dengan pengurus KDMP Perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Dia mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih telah membuka ruang besar bagi potensi peningkatan pemberdayaan perempuan di tingkat desa.
"Kehadiran saya di sini ingin melihat secara dekat KDMP Dawuhan yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa, sekaligus ruang pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput," kata Arifah, dikutip Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga: Digitalisasi Koperasi Desa, Kemenkop Genjot Program Kopdes Merah Putih
Dia menjelaskan, selain berfungsi sebagai lembaga ekonomi, KDMP juga diharapkan mampu menekan angka kemiskinan ekstrem, menjaga stabilisasi harga, meningkatkan produktivitas lokal, seperti industri rumahan atau UMKM hingga memperkuat kemandirian desa.
Menurutnya, adanya sistem cashless akan mendorong pengelolaan koperasi yang lebih profesional sekaligus mencegah penyimpangan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
"Seluruh transaksi didorong menggunakan sistem pembayaran digital berbasis QRIS agar lebih transparan dan akuntabel," ucapnya.
Kepala Desa Dawuhan sekaligus Pengawas Koperasi Desa Merah Putih Dawuhan, Susmoro, menyebut Desa Dawuhan terdiri dari 11 RT dengan total penduduk 2.086 orang. Baik anggota hingga konsumen utama KDMP Dawuhan, paling banyak berasal dari kelompok perempuan atau ibu-ibu.
"Ke depan, kami masih membutuhkan regulasi yang lebih mengena. Misalnya untuk kebutuhan gas dan LPG warga desa tidak terlalu banyak sehingga besar harapan kami tidak hanya sebagai pangkalan tapi KDMP bisa ada regulasi agar menjadi agen. Selain faktor menjadi pengecer keuntungannya juga tidak seberapa, kalau menjadi agen maka KDMP bisa mengajukan pinjaman usaha ke Himbara untuk memperbesar skala," jelas Susmoro.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Anggota KDMP Dawuhan, Supriatin, menyebut KDMP Dawuhan melibatkan perempuan desa secara aktif untuk mendukung keberlangsungan koperasi melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) dan industri rumahan atau UMKM. Di Desa Dawuhan terdapat dua kelompok KWT, yaitu Seger Waras dan Srikandi.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih dalam Pandangan Islam: Tidak Riba
Selain menyerap gabah langsung dari Kelompok Wanita Tani, KDMP Dawuhan juga menjadi penyuplai pupuk dan bibit bagi para petani, khususnya KWT.
"Para petani desa tidak perlu jauh-jauh membelinya karena KDMP Dawuhan sudah menyediakan kebutuhan mereka. Di koperasi kami juga menaungi hasil produk dari KWT, seperti beras organik, jahe instan, juga berbagai produksi rumahan, seperti makanan olahan, aneka keripik, selai, dan lain-lain," ujar dia.
Dia menyebut, sekitar 70 persen anggota KDMP Dawuhan adalah perempuan dengan kisaran usia 25-40 tahun dan mayoritas telah menikah. Minat para ibu-ibu memengaruhi isi etalase penjualan di KDMP Dawuhan.
KDMP Dawuhan beroperasi mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore dengan layanan yang jadi primadona anggota adalah sembako dan kebutuhan rumah tangga.
"Sudah hukum alam kalau perempuan terutama ibu menjadi direktur keuangan keluarga maka perempuan mendominasi sebagai anggota dan pembeli di KDMP Dawuhan. Ibu-ibu adalah pengelola utama kebutuhan rumah tangga sehingga untuk memenuhi kebutuhan mereka terutama sembako dipermudah dengan kehadiran KDMP ini. Kami juga melakukan berbagai cara untuk menarik minat konsumen, seperti sistem COD (Cash On Delivery) via whatsapp dan promo sembako murah setiap seminggu sekali," ungkap Supriatin.
Dia berharap ke depan, para pengurus KDMP mendapatkan pelatihan peningkatan kompetensi secara offline tentang dasar-dasar koperasi dari pemerintah agar koperasi dapat dikelola secara efektif dan adanya kejelasan insentif bagi pengurus koperasi.
Baca Juga: Kejar Target 15.000 Kopdeskel Merah Putih, Pemda Diminta Kawal Proses Aktivasi
Sebagai perempuan lulusan SMP, Supriatin memahami kemampuannya masih kurang terkait koperasi, namun membutuhkan pemasukan untuk kebutuhan keluarga. Pelatihan tentang ilmu koperasi sangat kami butuhkan karena kami mengelola uang anggota.
"Ini penting buat kami dalam tanggung jawab pengelolaan itu. Kami juga berharap kepada pemerintah dapat memberikan regulasi atau kejelasan terkait pemasukan bagi para pengurus koperasi karena sejak awal dibentuk hingga kini belum ada istilahnya upah bagi kami pengurus KDMP Dawuhan yang menjaga setiap hari," tegasnya.
Secara geografis, KDMP Dawuhan berlokasi hanya 100 meter dari makam Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, kakek Presiden RI sekaligus tokoh koperasi nasional. Lokasi ini memperkuat makna historis KDMP sebagai jembatan antara semangat perjuangan masa lalu dan strategi pembangunan ekonomi desa saat ini.
Usai berdialog di KDMP Dawuhan, Menteri PPPA berjanji akan membawa berbagai fakta di lapangan untuk dapat disampaikan kepada Kementerian/Lembaga terkait dan bahan laporan ke Presiden sebagai bahan masukan pengelolaan KDMP di masa datang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









