Mengapa Pancasila Tetap Relevan di Era Modern? Berikut Penjelasannya

AKURAT.CO Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup bangsa Indonesia yang tak lekang oleh waktu.
Keistimewaannya terletak pada sifatnya yang terbuka, mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa mengubah nilai dasarnya.
Inilah yang membuat Pancasila tetap relevan, baik sebagai arah pembangunan nasional, landasan kehidupan bernegara, maupun pemersatu bangsa.
Mengapa Disebut Ideologi Terbuka?
Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka karena bersumber dari nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual bangsa Indonesia sendiri, bukan hasil paksaan dari luar.
Nilai-nilainya digali dari kearifan lokal dan disepakati bersama, sehingga dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia.
Sejak 1945, para pendiri bangsa sudah menekankan pentingnya sifat fleksibel dalam penerapan Pancasila.
Nilai dasarnya bersifat abadi, tetapi cara mengaktualisasikannya bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Dengan begitu, Pancasila tidak hanya menjadi gagasan ideal, tetapi juga pedoman praktis yang membimbing arah perjalanan bangsa.
Baca Juga: Apa Itu Gaslighting? Manipulasi Halus yang Bisa Merusak Mental
Ciri-Ciri Ideologi Terbuka
Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka karena menunjukkan ciri-ciri berikut:
-
Nilai dan cita-citanya lahir dari masyarakat, bukan paksaan.
-
Bersifat inklusif dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.
-
Mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
-
Berakar pada identitas, budaya, dan moral bangsa.
Ciri-ciri inilah yang membuat Pancasila bukan sekadar dokumen hukum, tetapi hidup dalam keseharian rakyat Indonesia.
Tiga Dimensi Keterbukaan Pancasila
Keterbukaan Pancasila ditegaskan dalam tiga dimensi penting:
-
Dimensi idealistis: Nilai dasar seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan menjadi cita-cita bangsa yang memberi arah dan motivasi.
-
Dimensi normatif: Nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam norma hukum, terutama Pembukaan UUD 1945, sebagai dasar penyelenggaraan negara.
-
Dimensi realistis: Pancasila hadir nyata dalam kebijakan publik, perilaku pejabat, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Tiga dimensi ini memastikan Pancasila tidak berhenti sebagai wacana, melainkan hadir sebagai pedoman nyata dalam kehidupan berbangsa.
Faktor yang Membuat Pancasila Tetap Terbuka
Keterbukaan Pancasila lahir dari sejumlah faktor:
-
Perubahan masyarakat dan pembangunan yang begitu cepat.
-
Kegagalan ideologi tertutup yang kaku menghadapi perkembangan zaman.
-
Sejarah politik Indonesia yang menuntut fleksibilitas dalam bernegara.
-
Tekad bangsa untuk menjaga nilai dasar Pancasila sambil mengembangkannya secara kreatif sesuai tantangan modern.
Faktor-faktor inilah yang membuat Pancasila terus relevan hingga kini, bahkan di tengah arus globalisasi dan perubahan dunia yang begitu cepat.
Baca Juga: Mutasi Genetik, Saat Cetak Biru Kehidupan Mengalami Perubahan
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










