Akurat

MPR: Impor BBM Perlu Dibuka untuk SPBU Asing, demi Persaingan Sehat

Paskalis Rubedanto | 20 September 2025, 20:02 WIB
MPR: Impor BBM Perlu Dibuka untuk SPBU Asing, demi Persaingan Sehat

 

AKURAT.CO Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno, menilai kebijakan impor BBM bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) asing tetap perlu diberlakukan, demi menjaga iklim usaha yang kompetitif. 

Menurutnya, keterbukaan akses impor akan membuat sektor ritel migas di Indonesia semakin menarik bagi investor.

"Saya pikir dalam rangka untuk menciptakan iklim usaha yang tetap kompetitif, terbuka, dan bisa dikatakan menarik bagi perusahaan migas asing untuk masuk ke sektor retail di Indonesia, tetap saja dibuka seluas-luasnya bagi pengelola SPBU asing untuk bisa mengimpor kebutuhan yang dibutuhkan untuk penjualan SPBU," kata Eddy kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).

Baca Juga: DPR Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman, Kelangkaan di SPBU Swasta Hanya Faktor Permintaan

Dia menjelaskan, jumlah SPBU asing di Indonesia relatif kecil dibandingkan dengan SPBU nasional. Dia mencatat, dari sekitar 7.800 SPBU di Indonesia, SPBU asing hanya berjumlah sekitar 450–500 saja. 

Selain itu, dia menegaskan bahwa SPBU asing tidak menjual bahan bakar bersubsidi, sehingga tidak bersaing langsung dengan Pertamina. 

"Sehingga dari aspek persaingan usaha, mereka hanya bersaing di antara mereka sendiri. Jadi tidak ada bersaing dengan Pertamina, tetapi memberikan opsi dan layanan yang berbeda kepada konsumen," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Eddy menekankan keberadaan SPBU asing justru memberi nilai tambah bagi masyarakat. 

Baca Juga: Kenapa BBM Langka di SPBU Swasta? Ternyata Ada Kaitannya dengan Imbas Neraca Komoditas

"Jadi dalam aspek, kita memberikan pilihan kepada konsumen. Jadi saya kira ke depannya tetap saja diberlakukan impor yang bebas oleh para pengelola SPBU asing tersebut," tutup Eddy.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) seperti Shell dan BP-AKR akan stabil.

Adapun, Shell Cs setuju untuk menambah pasokan BBM lewat PT Pertamina setelah adanya kekosongan pasokan dibeberapa SPBU.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan dengan adanya pembelian BBM dari Pertamina oleh SPBU swasta tidak serta merta membuat harga BBM mereka akan naik.

Bahlil bahkan menyebut bahwa harga BBM di SPBU milik Shell Cs akan stabil. Meskipun ada kemungkinan naik jika harga minyak mentah dunia.

"Stabil. Harga tidak ada kenaikkan-kenaikan, harga stabil. Tergantung harga ICP dunia," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (19/9/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.