Keracunan Makanan hingga Gizi Tak Sesuai Standar, BGN Harus Cari Solusi Masalah MBG

AKURAT.CO Setelah berjalan lebih dari enam bulan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami berbagai permasalahan. Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai harus segera mencari solusi cerdas dan tepat, dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Distribusi program MBG memang menimbulkan beberapa masalah yang perlu segera dicarikan solusinya,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, dalam keterangannya, Jumat (19/9/2025).
Lucy menjelaskan, salah satu masalah dalam program MBG adalah kasus keracunan yang dialami ribuan siswa setelah mengkonsumsi paket MBG di berbagai daerah.
Baca Juga: 5.000 Dapur MBG Diduga Fiktif, Komisi IX DPR Minta Pemenuhan Gizi Anak Tak Terhambat
"Dugaan keracunan dipicu masalah kebersihan dan higienitas makanan yang buruk, serta kualitas makanan yang tidak layak konsumsi," ujarnya.
Masalah lainnya adalah, masih ditemukan gizi menu yang disediakan tidak sesuai standar, dengan kandungan protein dan vitamin yang rendah. Selain itu, bahan makanan yang digunakan juga ada yang tidak segar.
"Menu MBG tidak selalu mengutamakan bahan segar dan justru menggunakan pangan ultra-proses yang tinggi gula, lemak, dan garam, yang dapat memicu obesitas dan penyakit tidak menular lainnya," ucapnya.
Tak hanya itu, penggunaan wadah makanan yang berbeda-beda standar, dari wadah stainless steel hingga plastik tipis yang mengandung bahan kimia berbahaya, menunjukkan tidak adanya standarisasi layanan. Serta kualitas makanan diragukan, termasuk kurangnya keragaman menu.
Proses pengadaan dapur MBG juga belum sepenuhnya transparan, sehingga dikhawatirkan menjadi pintu masuk terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Hal ini tentu perlu segera diatasi agar potensi tersebut tidak terjadi.
"Jadi, pelaksanaan program MBG masih perlu pembenahan. Salah satunya, manajemen dapur MBG sebaiknya distandarkan, termasuk gizi, keragaman menu, dan kebersihannya. Dengan begitu, semua dapur MBG di-manage dengan cara yang sama, sehingga keluaran menunya juga memenuhi standar gizi dan kebersihan yang sama," jelas dia.
Baca Juga: Ramai Dugaan Nampan MBG Mengandung Minyak Babi, Ini Pesan Islam agar Program Tersebut Terus Berbenah
Kemudian, manajemen distribusi juga sebaiknya distandarkan, agar pengiriman MBG sampai tepat waktu dengan standar kebersihan yang sama.
Selain itu, rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) harus diperhatikan karena dianggap tidak transparan, dengan masalah seperti hilangnya nama peserta setelah lulus.
"Dengan begitu peluang terjadinya KKN dapat ditiadakan. Hal ini diperlukan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud secara efisien dan efektif serta bermanfaat bagi anak bangsa," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









