Akurat

Siswi MTs di Cipayung Bunuh Diri, Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Lingkungan Aman bagi Anak

Ahada Ramadhana | 18 September 2025, 20:20 WIB
Siswi MTs di Cipayung Bunuh Diri, Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Lingkungan Aman bagi Anak

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Cipayung, Jakarta Timur, usai gantung diri di rumahnya, diduga karena mengalami perundungan. 

Saat ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA) Provinsi Jakarta terkait kasus ini.

"Penyebab kejadian ini masih dalam pendalaman pihak kepolisian, kita berharap dapat segera diperoleh keterangan yang jelas," dalam keterangannya, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga: Niat Jualan Buat Bantu Biaya Sekolah, Dagangan Siswi MTs Losari Brebes Ini Dibuang Ibu Kantin

Selain itu, Pusat Pelayanan Keluarga (Puspa) yang merupakan sebuah program dan layanan dari Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), telah melakukan penjangkauan ke sekolah dan melakukan psikoedukasi dengan tujuan penguatan psikologis kepada siswa-siswi di MTs tersebut.

"Tim Puspa juga telah mengunjungi rumah duka dan menyampaikan ketersediaan layanan konseling atau penguatan psikologis jika diperlukan bagi orang tua dan anggota keluarga lainnya," ucapnya.

Menurutnya, kasus siswa bunuh diri didorong oleh banyak faktor. Salah satunya, stres berkepanjangan yang tidak mendapatkan penanganan secara tepat.

Untuk itu, pentingnya peran orang-orang terdekat seperti orang tua, guru, dan pengasuh dalam memberikan pengawasan sekaligus menciptakan kedekatan dan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Ruang aman dan komunikasi intens ini, harus ada di dalam keluarga bersama orang tua dan di sekolah bersama guru. Hal ini penting dilakukan, agar anak merasa leluasa bercerita dan mengekspresikan emosinya.

Baca Juga: Kunci Jawaban PAI dan BP Kelas 9 SMP/MTs Halaman 130-132

Dengan demikian, anak tidak memendam perasaan yang dapat membahayakan dirinya, dan  bersama dapat mencegah peristiwa yang tidak diinginkan.

Selain itu, dia juga mengajak seluruh orang tua dan guru untuk meningkatkan perhatian dan pengasuh terhadap anak untuk menciptakan kelekatan yang baik. Hal ini menjadi upaya dalam pencegahan dan membantu anak mengkomunikasikan hal-hal privasi maupun yang dirasa mengganggu kesehariannya.

Ketika anak mau bercerita dan terbuka dengan orang terdekat, maka menjadi langkah awal untuk membantu anak dalam memproses emosi, pikiran, maupun perilaku yang dilakukan sehingga mencegah anak mendapatkan risiko-risiko keberbahayaan ke depan.

Arifah menegaskan, seluruh anak Indonesia harus terbebas dari kekerasan, khususnya di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat yang mengalami, mendengar, melihat, atau mengetahui kasus kekerasan, untuk berani melapor ke lembaga-lembaga yang telah diberikan mandat oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), seperti UPTD PPA, Penyedia Layanan Berbasis Masyarakat, dan Kepolisian untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Masyarakat juga dapat melapor melalui hotline Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau Whatsapp 08111-129-129.

"Lingkungan keluarga dan sekitar anak perlu memberikan rasa aman dan nyaman sehingga ketika anak merasa tidak baik-baik saja, mereka paham harus meminta bantuan kepada siapa dan di mana. Dalam hal ini, kolaborasi antara orang tua dan guru menjadi poin penting yang perlu ditingkatkan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.