Akurat

Mensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali, Warga Diminta Waspadai Bencana Susulan

Siti Nur Azzura | 11 September 2025, 16:09 WIB
Mensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali, Warga Diminta Waspadai Bencana Susulan

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk korban banjir besar di Bali. Selain itu, sejumlah personel pun sudah diterjunkan ke lokasi bencana. 

"Teman-teman Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan tim PSKBA sudah turun untuk penanganan," kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/9/2025).

Gus Ipul menjelaskan, bantuan logistik dari Kemensos didistribusikan kepada warga terdampak melalui gudang Sentra Paramita Mataram dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali. 

Baca Juga: Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali, dari Family Kit hingga Ribuan Paket Makanan

Bantuan yang diberikan meliputi selimut dan kasur dengan jumlah masing-masing 500 lembar, family kit 600 paket, dan sandang untuk orang dewasa 300 paket.

Kemudian, logistik dari Gudang Sentra Paramita Mataram terdiri dari 2.000 paket makanan siap saji, 318 kids ware, 87 family kit, kasur 497 lembar, tenda gulung 568 lembar, dan tenda portabel untuk keluarga sebanyak 48 unit.

"Barang segera dikirim dari Gudang Sentra Paramita ke Dinas Sosial Provinsi Bali dan digunakan untuk penanganan bencana banjir di wilayah Provinsi Bali," ungkapnya. 

Selain itu, Kementerian Sosial juga turut mendirikan dapur umum di Kantor Desa Kusamba Klungkung untuk menyediakan makanan bagi warga yang terdampak banjir. 

Kemensos juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk verifikasi dan validasi data korban meninggal untuk penyaluran bantuan santunan ahli waris. "Teman-teman di lapangan melakukan asesmen pada korban luka dan yang meninggal dunia untuk selanjutnya diberikan bantuan dan santunan," jelasnya.

Baca Juga: Banjir Besar di Bali, Pemprov Didesak Gerak Cepat Perbaiki Sistem Drainase

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Kemensos, 4 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Rinciannya, Ni Wayan Lenyod (56) warga Banjar Tengah, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan; Nadira (48) warga Desa Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat; Ni Wayan Puspa (83) warga Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara; dan Dede Rio (20) warna Monang-Maning, Denpasar Barat.

Sementara itu, 5 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian. Mereka adalah Ni Wayan Werni (70); Ni Ketut Merta Perempuan (63); Maimun (82); Tasnim Ibrahim (43); dan Farwah Husein (25). 

"Jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.