Akurat Logo

Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali, dari Family Kit hingga Ribuan Paket Makanan

Atikah Umiyani | 11 September 2025, 12:21 WIB
Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali, dari Family Kit hingga Ribuan Paket Makanan

AKURAT.CO Kementerian Sosial bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Provinsi Bali.

Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tim Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) juga sudah berada di Bali untuk penanganan.

"Bantuan logistik dari Kemensos didistribusikan kepada warga terdampak melalui Gudang Sentra Paramita Mataram dan Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam keterangannya, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: Banjir Besar di Bali, Pemprov Didesak Gerak Cepat Perbaiki Sistem Drainase

Logistik dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Bali didistribusikan ke Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Gianyar.

Bantuan yang diberikan meliputi selimut dan kasur dengan jumlah masing-masing 500 lembar, family kit 600 paket dan sandang untuk orang dewasa 300 paket.

Kemudian, logistik dari Gudang Sentra Paramita Mataram terdiri dari 2.000 paket makanan siap saji, 318 kids ware, 87 family kit, kasur 497 lembar, tenda gulung 568 lembar dan tenda portabel untuk keluarga sebanyak 48 unit.

Baca Juga: BNPB Pastikan Dampak Banjir di Bali Ditangani dengan Baik

"Barang segera dikirim dari Gudang Sentra Paramita ke Dinas Sosial Provinsi Bali dan digunakan untuk penanganan bencana banjir di wilayah Provinsi Bali," ucap Saifullah.

Selain itu, Kemensos turut mendirikan dapur umum di Kantor Desa Kusamba Klungkung untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir.

Seraya melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk verifikasi dan validasi data korban meninggal untuk penyaluran bantuan santunan ahli waris.

Baca Juga: Prabowo Berduka Cita Atas Banjir di Bali dan NTT, Minta BNPB Bertindak Cepat

"Teman-teman di lapangan melakukan asesmen pada korban luka dan yang meninggal dunia untuk selanjutnya diberikan bantuan dan santunan," kata Saifullah.

Data sementara yang dihimpun Kemensos, empat orang meninggal dunia akibat bencana banjir tersebut.

Rinciannya, Ni Wayan Lenyod (56) warga Banjar Tengah, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan; Nadira (48) warga Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat; Ni Wayan Puspa (83) warga Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara; dan Dede Rio (20) warna Monang-Maning, Denpasar Barat.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Potensi Bencana dan Banjir

Sementara itu, lima orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian. Mereka adalah Ni Wayan Werni (70); Ni Ketut Merta Perempuan (63); Maimun (82); Tasnim Ibrahim (43); dan Farwah Husein (25).

"Jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan," kata Saifullah.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Baca Juga: Harus Ada Solusi Permanen Atasi Ketidaksinkronan Mitigasi Banjir di Bekasi

Hujan mengguyur Kota Denpasar dan skitarnya sejak Selasa (9/9/2025) pagi. Akibatnya, tembok pembatas sungai utama yang membelah Kota Denpasar (Tukad Badung) jebol pada Rabu (10/9/2025) dini hari pukul 03.00 WITA.

Di wilayah Gianyar dan Karangasem, banjir merendam rumah warga dengan tinggi muka air mencapai dua meter. Adapun, lokasi yang terdampak yaitu Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Panjer, Pemogan, Sidakarya dan Pasar Kumbasari.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK