Hasil CKG: Jakarta Jadi Wilayah dengan Kasus Depresi dan Kecemasan Tertinggi

AKURAT.CO Sebanyak 13 juta jiwa telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan melakukan skiring kesehatan jiwa pada dewasa dan lansia. Hasilnya, 9,3 persen warga di wilayah Jakarta memiliki gejala depresi, dan 7,6 persen mengalami gejala kecemasan.
"Data secara nasional per 15 Agustus 2025 sebanyak 1 persen mengalami gejala depresi dan 0,9 persen kemungkinan mengalami gejala kecemasan," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Dia mengatakan, skrining dilakukan menggunakan tools berupa pertanyaan dan jawaban singkat dengan jumlah yang terbatas, untuk menggali adanya potensi kecemasan dan depresi tersebut.
Baca Juga: PCO: Program CKG Jadi Titik Awal Menuju Masyarakat Merdeka dari Penyakit
"Dua hal saja yaitu pertama adalah untuk kecemasan sama depresi gitu. Jadi yang lain enggak karena kalau ngisi semua kan panjang, waktunya kan terbatas. Makanya waktu itu kita mendesain screening itu Pak Menteri bilang ini jangan panjang-panjang," jelasnya.
Menurutnya, metode rersenut juga dilakukan dalam CKG untuk anak anak sekolah. Namun pihaknya belum mengumpulkan hasil akhir guna menganalisis temuan tersebut.
"Sekolah belum bisa kita rekapkan kan baru, baru Agustus," ucapnya.
Dia menegaskan, test ini akan diberlakukan untuk usia anak sekolah seperti kelas tiga sekolah dasar (SD). Karenanya, test- test yang diajukan akan diisi oleh orang tua atau wali murid.
"Jadi usianya anak-anak itu kan mulai SD, SD kelas 3 sudah misi. Nah cuman ya sama, isinya sama. Cuman kalau yang anak-anak kelas 3 itu yang isi adalah orang tuanya," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









