Akurat

Cek Fakta: Benarkah Sufmi Dasco Menyesal Jadi Relawan Prabowo?

Naufal Lanten | 10 September 2025, 19:48 WIB
Cek Fakta: Benarkah Sufmi Dasco Menyesal Jadi Relawan Prabowo?

AKURAT.CO Sebuah unggahan video di Facebook ramai diperbincangkan setelah menampilkan pernyataan mengejutkan dari Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra. Dalam video itu, Dasco disebut menyesal pernah menjadi relawan Prabowo Subianto dan menyinggung persoalan rakyat kecil yang disebut semakin sulit akibat aturan yang tidak jelas.

Unggahan yang diposting akun “Her Can J” pada 25 Agustus 2025 tersebut langsung viral, memperoleh lebih dari 17 ribu tanda suka dan 1.400 komentar hingga 10 September 2025. Namun, benarkah pernyataan itu asli dan pernah disampaikan Dasco?


Klaim dalam Video yang Beredar

Video yang dibagikan memperlihatkan Dasco dalam sebuah konferensi pers. Pada tayangan itu, terdengar suara yang menyebut:

“Saya sangat menyesal sekali karena sudah menjadi relawan Prabowo Subianto. Bukan malah memperhatikan rakyat yang sekarang lagi menjerit tertindas karena peraturan yang semakin tidak jelas. Ada anak sekolah yang mendapatkan uang prestasi rekeningnya diblokir, ada ibu-ibu yang mendapatkan bantuan sosial rekeningnya diblokir. Ada yang lebih parah lagi, untuk berobat sampai meninggal karena rekeningnya diblokir sama PPATK.”

Pernyataan tersebut tentu saja memicu berbagai komentar. Sebagian warganet percaya begitu saja, sementara sebagian lain meragukan kebenarannya.


Penelusuran Fakta oleh Tim Cek Fakta

Untuk memastikan kebenaran klaim ini, tim pemeriksa fakta dari Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran menggunakan fitur pencarian gambar Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke video tayangan ulang di kanal YouTube dengan judul:

“Pemerintah – DPR Setujui Abolisi Untuk Tom Lembong dan Amnesti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto | LIVE”

Video tersebut tayang pada 31 Juli 2025 dan merekam momen ketika Sufmi Dasco menyampaikan hasil pembahasan surat presiden kepada DPR. Isinya berkaitan dengan permohonan abolisi bagi Tom Lembong dan amnesti untuk 1.116 terpidana.

Tidak ditemukan pernyataan Dasco yang menyinggung rasa penyesalan menjadi relawan Prabowo atau tudingan rekening rakyat kecil diblokir.


Analisis: Audio Manipulasi

Setelah dibandingkan dengan tayangan asli, terlihat bahwa gerak bibir Dasco tidak sinkron dengan audio dalam video yang viral. Ini menandakan adanya manipulasi suara. Kreator konten kemungkinan mengganti audio asli dengan narasi palsu yang tidak pernah diucapkan Dasco.

Teknik manipulasi semacam ini dikenal dengan istilah “audio dubbing” atau deepfake audio, yang belakangan semakin marak digunakan untuk menyebarkan disinformasi di media sosial.


Kesimpulan

Klaim yang menyebut Sufmi Dasco menyesal menjadi relawan Prabowo Subianto adalah tidak benar. Video yang beredar telah dimanipulasi audionya sehingga menampilkan narasi palsu. Pada momen konferensi pers yang asli, Dasco justru sedang membacakan hasil pembahasan surat presiden tentang abolisi untuk Tom Lembong dan amnesti bagi lebih dari seribu terpidana.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi konten politik yang viral, terutama menjelang momentum politik penting. Selalu cek ulang sumber berita melalui media kredibel agar tidak terjebak informasi menyesatkan.


Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Ahmad Sahroni Terlibat Bisnis Minyak Ilegal yang Dibongkar TNI-Polri?

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Presiden Prabowo Cairkan Bansos Rp7 Juta per NIK KTP? Ini Faktanya

FAQ

1. Apakah benar Sufmi Dasco menyesal menjadi relawan Prabowo?
Tidak benar. Video yang beredar sudah dimanipulasi. Audio dalam rekaman tersebut bukan suara asli Sufmi Dasco.

2. Dari mana asal video konferensi pers Sufmi Dasco yang dipakai dalam unggahan viral itu?
Video aslinya berasal dari siaran langsung kanal YouTube Liputan6 pada 31 Juli 2025, saat Dasco membacakan hasil pembahasan surat presiden terkait abolisi untuk Tom Lembong dan amnesti bagi 1.116 terpidana.

3. Apa perbedaan antara video asli dan video yang beredar di media sosial?
Dalam video asli, Dasco tidak menyinggung soal penyesalan menjadi relawan Prabowo ataupun pemblokiran rekening rakyat. Sedangkan video viral telah ditambahkan audio palsu sehingga tidak sinkron dengan gerak bibir Dasco.

4. Siapa yang pertama kali membagikan video manipulasi ini?
Video tersebut dibagikan akun Facebook “Her Can J” pada 25 Agustus 2025 dan kemudian menjadi viral.

5. Bagaimana cara mengenali video manipulasi seperti ini?
Ciri-cirinya antara lain:

  • Gerak bibir tidak sesuai dengan audio.

  • Ada potongan video yang terlihat janggal atau tidak mulus.

  • Tidak ada media arus utama yang memuat berita serupa.

  • Klaim cenderung sensasional dan provokatif.

6. Mengapa video manipulasi seperti ini berbahaya?
Karena bisa menimbulkan misinformasi, memicu perdebatan, dan merusak reputasi seseorang. Apalagi jika menyangkut tokoh politik, dampaknya bisa meluas ke opini publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.