Akurat

Di Forum BRICS, Prabowo Sindir Standar Ganda Hukum Internasional

Atikah Umiyani | 9 September 2025, 08:58 WIB
Di Forum BRICS, Prabowo Sindir Standar Ganda Hukum Internasional

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena standar ganda dalam penerapan hukum internasional.

Hal itu dikatakan Presiden Prabowo saat berbicara di Forum BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025) malam.

Pertemuan tersebut dihadiri para pemimpin BRICS, seperti Presiden Tiongkok, Xi Jinping; Presiden Rusia, Vladimir Putin; Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan; Presiden Iran, Masoud Pezeshkian; Menteri Urusan Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar mewakili PM India, Narendra Modi; Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi; Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa; serta Presiden Brasil, Lula da Silva, selaku ketua BRICS tahun 2025.

Baca Juga: Di Brasil, Indonesia Usulkan Lima Inisiatif Perkuat Sinergitas BRICS

"Dalam dunia dengan ketidakpastian ini, ada juga double dan bahkan triple standard di mana hukum internasional di setiap hari diabaikan," ujar Presiden Prabowo.

Ia menilai praktik standar ganda semakin sering muncul di panggung global.

Menurutnya, situasi dunia lebih banyak diwarnai oleh kepentingan negara-negara kuat dibandingkan keadilan yang seharusnya ditegakkan oleh hukum internasional.

Baca Juga: PCO: Bergabungnya Indonesia ke BRICS Bukan Tanda Anti-Barat

"Di mana yang berkuasa adalah yang benar, di mana negara kecil yang kurang berkuasa terintimidasi, di mana perdagangan dan keuangan menjadi senjata, kami menilai saat ini saatnya BRICS untuk terus berkembang," jelas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menegaskan pandangannya mengenai posisi BRICS yang kian penting sebagai pilar kekuatan dunia. Ia menyebut BRICS merepresentasikan kekuatan ekonomi, populasi, pasar dan sumber daya alam terbesar di dunia.

"BRICS sekarang memiliki populasi lebih dari 55 persen di dunia. Kita memiliki global GDP lebih dari 40 persen. BRICS memiliki negara dengan ekonomi terbesar, negara terbesar secara populasi, pasar terbesar, negara dengan sumber daya alam terbesar-sumber daya kritis," paparnya.

Baca Juga: Prabowo Tuntaskan Diplomasi Strategis dalam Lawatan Kenegaraan, dari BRICS hingga IEU-CEPA

Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diambil negara-negara BRICS serta pentingnya menjaga keterbukaan dan koordinasi. Ia juga menyatakan apresiasi terhadap kepemimpinan Brasil.

"Kami mendukung inisiatif-inisiatif yang diambil, kami menghormati kepemimpinan Presiden Lula dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih dekat dengan semua negara BRICS," pungkasnya.

Baca Juga: Kehadiran Prabowo di KTT BRICS 2025 Pertegas Posisi Strategis Indonesia di Tingkat Global

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK