Harta Kekayaan Mochamad 'Gus' Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah yang Baru Dilantik Prabowo

AKURAT.CO Pelantikan kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik. Pada Senin, 8 September 2025, Prabowo resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah di Istana Kepresidenan, Jakarta. Posisi ini sebelumnya tidak ada dalam kabinet, karena baru terbentuk setelah Badan Penyelenggara Haji (BPH) berubah nomenklatur menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Selain pengangkatan jabatan, harta kekayaan Gus Irfan ikut jadi sorotan. Berdasarkan laporan LHKPN 2024 yang disampaikan pada 29 Maret 2025, total kekayaan pria asal Jombang ini mencapai lebih dari Rp16 miliar.
Latar Belakang Pelantikan Gus Irfan
Pelantikan Gus Irfan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Periode 2024–2029. Keppres tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.
Sebelum menjabat sebagai menteri, Gus Irfan sudah dikenal luas sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji sejak 20 Oktober 2024. Lembaga ini awalnya berstatus non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Namun, setelah revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, BPH resmi bertransformasi menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Profil Singkat Mochamad Irfan Yusuf
Gus Irfan lahir di Jombang pada 24 Juni 1962. Ia merupakan putra KH Yusuf Hasyim sekaligus cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. Dengan garis keturunan ini, ia termasuk bagian dari keluarga besar NU yang sangat berpengaruh.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Jombang hingga ia lulus dari SMPP Jombang (kini SMAN 2 Jombang) pada 1981. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya, Malang, hingga meraih gelar sarjana pada 1985 dan kemudian melanjutkan ke jenjang magister di kampus yang sama.
Pengalaman organisasinya cukup panjang. Sejak 1989, Gus Irfan menjadi Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng. Ia juga pernah menjabat Komisaris Utama PT BPR Tebuireng selama dua dekade (1996–2016), serta memimpin Pesantren Al-Farros sejak 2006.
Di dunia organisasi keagamaan dan ekonomi, ia kini menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU). Karier politiknya juga menanjak lewat Partai Gerindra. Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Keagamaan sekaligus Ketua Umum Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA), organisasi sayap Gerindra.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Gus Irfan maju dari Dapil Jawa Timur VIII dan berhasil memperoleh 77.433 suara, yang mengantarkannya ke DPR RI periode 2024–2029. Namun sebelum lama duduk di Senayan, ia ditunjuk Presiden Prabowo untuk memimpin BPH hingga kini dipercaya menjadi Menteri Haji dan Umrah.
Rincian Harta Kekayaan Gus Irfan
Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 29 Maret 2025, total kekayaan Gus Irfan mencapai Rp16.262.576.798. Nilai terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan yang mencapai lebih dari Rp13,2 miliar. Berikut rincian kekayaannya:
Tanah dan Bangunan – Rp13.260.000.000
-
Tanah dan bangunan seluas 760 m²/200 m² di Jombang, warisan: Rp2.660.000.000
-
Tanah seluas 9.000 m² di Jombang, warisan: Rp4.500.000.000
-
Tanah seluas 8.000 m² di Jombang, hasil sendiri: Rp4.000.000.000
-
Tanah dan bangunan seluas 100 m²/60 m² di Jombang, hasil sendiri: Rp600.000.000
-
Tanah dan bangunan seluas 36 m²/36 m² di Surabaya, hasil sendiri: Rp500.000.000
-
Tanah dan bangunan seluas 536 m²/200 m² di Jombang, hasil sendiri: Rp1.000.000.000
Alat Transportasi dan Mesin – Rp505.000.000
-
Mobil Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021: Rp500.000.000
-
Motor Honda Vario tahun 2010: Rp3.000.000
-
Motor Yamaha Mio tahun 2008: Rp2.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp70.000.000
Kas dan Setara Kas: Rp2.427.576.798
Surat Berharga & Harta Lainnya: Rp0
Utang: Rp0
Dengan demikian, total harta kekayaan Gus Irfan tercatat sebesar Rp16,2 miliar.
Penutup
Pelantikan Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah menandai babak baru penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Latar belakangnya sebagai ulama, tokoh NU, sekaligus politisi Gerindra membuatnya memiliki modal sosial dan politik yang kuat.
Selain itu, laporan harta kekayaannya yang mencapai Rp16,2 miliar menunjukkan bagaimana kiprahnya selama ini terpantau transparan melalui LHKPN. Dengan jabatan barunya, publik tentu akan menantikan bagaimana Gus Irfan membawa terobosan di kementerian yang baru dibentuk ini.
Baca Juga: 5 PR Buat Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru Pengganti Sri Mulyani
FAQ
1. Siapa Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan?
Mochamad Irfan Yusuf, atau dikenal sebagai Gus Irfan, adalah ulama asal Jombang, Jawa Timur, yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Haji dan Umrah pada 8 September 2025. Ia juga cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.
2. Berapa total harta kekayaan Gus Irfan?
Berdasarkan LHKPN 2024 yang dilaporkan pada 29 Maret 2025, Gus Irfan memiliki total kekayaan sebesar Rp16.262.576.798 atau sekitar Rp16,2 miliar.
3. Dari mana sumber harta terbesar Gus Irfan?
Sumber kekayaan terbesar Gus Irfan berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai Rp13,26 miliar, sebagian merupakan warisan keluarga dan sebagian hasil sendiri.
4. Apa saja kendaraan yang dimiliki Gus Irfan?
Dalam LHKPN, Gus Irfan tercatat memiliki mobil Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021 senilai Rp500 juta, motor Honda Vario tahun 2010 senilai Rp3 juta, dan motor Yamaha Mio tahun 2008 senilai Rp2 juta.
5. Apakah Gus Irfan memiliki utang atau surat berharga?
Tidak. Dalam laporan LHKPN, Gus Irfan tidak memiliki utang maupun surat berharga.
6. Apa latar belakang pendidikan Gus Irfan?
Gus Irfan menempuh pendidikan dasar di Jombang, kemudian melanjutkan ke Universitas Brawijaya, Malang, dan lulus sarjana pada 1985. Ia juga melanjutkan studi magister di kampus yang sama.
7. Apa jabatan Gus Irfan sebelum menjadi Menteri Haji dan Umrah?
Sebelum dilantik menjadi menteri, Gus Irfan menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) sejak Oktober 2024.
8. Bagaimana karier politik Gus Irfan?
Gus Irfan merupakan kader Partai Gerindra. Ia menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Keagamaan serta Ketua Umum Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA). Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VIII dengan 77.433 suara.
9. Apa yang melatarbelakangi pembentukan Kementerian Haji dan Umrah?
Kementerian Haji dan Umrah terbentuk setelah DPR dan pemerintah menyepakati revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Revisi tersebut mengubah Badan Penyelenggara Haji (BPH) menjadi kementerian baru.
10. Apa peran Gus Irfan di Nahdlatul Ulama (NU)?
Selain menjadi pengasuh pondok pesantren, Gus Irfan juga menjabat Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU), lembaga yang fokus pada pemberdayaan ekonomi warga NU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









