Gus Irfan Tegaskan Seleksi Petugas Haji 2026 Harus Bersih: Tidak Ada Permainan, Tolak Gratifikasi

AKURAT.CO Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan Yusuf, menegaskan bahwa proses seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 harus berlangsung bersih, transparan, dan bebas dari segala bentuk permainan.
Penegasan itu disampaikan Gus Irfan saat membuka Tes Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara seleksi petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (18/12/2025).
Dalam sambutannya, Gus Irfan menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting karena merupakan tahun pertama pelaksanaan seleksi petugas haji di bawah kementerian baru. Karena itu, ia meminta seluruh panitia dan peserta menjaga integritas sejak awal.
“Tahun ini adalah tahun pertama untuk semuanya, termasuk seleksi petugas haji. Kami ingin benar-benar bekerja dengan baik, sesuai aturan, dan terutama bersih. Bersih penyelenggaraan, bersih proses, bersih pemerintahan,” tegasnya.
Baca Juga: Ribuan Peserta Ikuti Seleksi CAT dan Wawancara Petugas Haji Pusat 2026 di Asrama Haji Pondok Gede
Ia menekankan tidak boleh ada praktik permainan, baik oleh panitia maupun pihak lain. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan haji saat ini justru semakin besar, terlihat dari melonjaknya jumlah pendaftar.
“Kepercayaan masyarakat dan umat semakin besar kepada kita. Mendapatkan kepercayaan itu tidak mudah, tapi menjaga kepercayaan jauh lebih sulit. Tolong kepercayaan ini dijaga sebaik-baiknya,” ujarnya.
Gus Irfan menyebut jumlah pendaftar seleksi petugas haji tahun ini mencapai sekitar 5.000 orang, sementara kuota yang tersedia hanya sekitar 400 orang. Hal ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk menjadi pelayan jemaah haji.
Ia mengingatkan bahwa menjadi petugas haji bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah pelayanan yang menuntut pengorbanan besar, bahkan berpotensi mengalahkan kepentingan ibadah pribadi.
“Petugas haji itu bukan hanya bekerja, tapi melayani. Ada situasi di Tanah Suci ketika petugas harus memilih antara menjalankan ritual pribadi atau membantu jemaah. Di situ letak ujian keikhlasan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga menyinggung soal larangan keras menerima pemberian dari jemaah haji. Ia mengingatkan bahwa hadiah atau uang yang diberikan jemaah bisa masuk kategori gratifikasi dan berpotensi berurusan dengan hukum.
“Kalau nanti di Tanah Suci ada jemaah yang memberi uang atau hadiah, tolong ditolak dengan baik. Jangan diterima. Itu bisa mengurangi keikhlasan dan juga berpotensi menjadi gratifikasi menurut hukum,” tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Ikuti Proses Bidding Lahan untuk Kampung Haji Indonesia di Mekkah
Ia meminta para petugas menjaga diri agar tetap aman, baik secara moral maupun hukum. Menurutnya, keselamatan dan integritas petugas adalah bagian dari menjaga kehormatan penyelenggaraan haji Indonesia.
Di akhir sambutan, Gus Irfan mengapresiasi para peserta yang tetap mengikuti seleksi dengan penuh kepercayaan terhadap proses yang dijalankan pemerintah.
“Kalau tidak percaya, tentu tidak akan ikut tes. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jawab dengan proses yang lurus, jujur, dan dijalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Seleksi CAT dan wawancara petugas haji 2026 ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan jemaah di Tanah Suci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








