Akurat

DPR Sudah Siapkan Mekanisme Tampung Aspirasi Massa: Tapi Tak Ada Perwakilan Pendemo

Paskalis Rubedanto | 27 Agustus 2025, 13:13 WIB
DPR Sudah Siapkan Mekanisme Tampung Aspirasi Massa: Tapi Tak Ada Perwakilan Pendemo

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengungkapkan DPR sebenarnya telah menyiapkan mekanisme untuk menerima aspirasi pendemo, dalam aksi yang digelar Senin (25/8/2025).

Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena tidak ada perwakilan massa yang menyampaikan koordinasi resmi kepada aparat. 

"Kemarin itu kan kita tanya juga ke pihak pengendali ketertiban, ini siapa yang mau berbicara misalkan perwakilan segala macam. Kami menerima jawaban bahwa di awal-awal itu tidak ada perwakilan yang mengorganize ini,” kata Cucun di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (27/8/2025).

Baca Juga: Demo 28 Agustus 2025: Ratusan Ribu Buruh Turun ke Jalan, Ini Isi Tuntutannya

Menurutnya, situasi akan berbeda jika aksi tersebut dilakukan oleh kelompok yang jelas terorganisir, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau serikat buruh. Dengan begitu, DPR dapat dengan mudah melakukan komunikasi dan menentukan siapa yang akan diterima.

'Beda kalau misalkan demonya ini mahasiswa dari BEM mana atau dari serikat buruh mana. Kita melakukan komunikasi siapa yang diterima," ujarnya.

Cucun menegaskan, DPR melalui Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) selalu siaga menerima berbagai bentuk aspirasi. 

"Di sini kan sudah ada badan aspirasi BAM, nanti BAM yang akan nerima. Secara otomatis kalau BAM kan stand by di sini untuk meng-accept semua apa yang menjadi aspirasi-aspirasi," tegasnya.

Dia berharap, aksi penyampaian pendapat ke depan lebih tertib dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum maupun kendala komunikasi. 

"Harusnya seperti itu. Jadi yang mau jadi perwakilan siapa, supaya kita bisa dengarkan aspirasi mereka," pungkas Cucun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.