TB Hasanuddin: Penambahan Struktur TNI Bukan Soal Untung Rugi, Tapi Antisipasi Ancaman

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menegaskan, penambahan struktur teritorial dan satuan tempur di tubuh TNI merupakan langkah tepat dalam menghadapi ancaman pertahanan negara yang semakin kompleks di masa depan.
Menurutnya, penguatan postur TNI tidak bisa diukur dari sudut pandang keuntungan finansial, melainkan dari kebutuhan menjaga kedaulatan negara.
“Organisasi militer itu tidak berdasar profit. Semuanya dilihat dari ancaman. Kalau ancaman makin besar, maka postur TNI juga harus lebih besar untuk mengeliminasinya,” ujar TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen, dikutip pada Sabtu (16/8/2025).
Ia menjelaskan, kebijakan yang telah diresmikan Presiden membutuhkan anggaran besar, namun realisasinya akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan negara.
“Pengembangan itu memang butuh anggaran, tapi bertahap. Tidak bisa sekaligus. Karena itu akan memakan waktu beberapa tahun,” jelasnya.
Meski tidak merinci angka pasti, TB Hasanuddin memastikan kebutuhan anggaran akan mencakup pembelian alutsista, penambahan prajurit, dan penguatan sistem operasional.
“Postur TNI itu terdiri dari tiga hal: prajurit yang terlatih, alutsista yang memadai, dan sistem operasional yang terintegrasi. Semua itu butuh dukungan dana,” tegasnya.
Baca Juga: MPR Kaji Payung Hukum Penetapan PPHN, Amendemen UUD 1945 Jadi Opsi?
Lebih lanjut, TB mengungkapkan bahwa pengembangan organisasi ini meliputi penambahan enam Kodam baru, 20 brigade infanteri teritorial dengan total 100 batalyon, serta penguatan pasukan elite TNI.
Rincian penambahan antara lain:
-
Kopassus: tambahan 6 grup
-
Korps Marinir: tambahan 5 batalyon infanteri pendarat
-
Kopasgat: tambahan 2 batalyon (1 tempur dan 1 bantuan tempur)
Sementara itu, enam Kodam baru yang dibentuk beserta wilayah teritorialnya adalah:
-
Kodam XIX/Tuanku Tambusai – Riau & Kepulauan Riau
-
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol – Sumatera Barat & Jambi
-
Kodam XXI/Radin Inten – Lampung & Bengkulu
-
Kodam XXII/Tambun Bungai – Kalimantan Tengah & Kalimantan Selatan
-
Kodam XXIII/Palaka Wira – Sulawesi Tengah & Sulawesi Barat
-
Kodam XXIV/Mandala Trikora – Merauke
TB Hasanuddin menekankan, penguatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan kedaulatan dan pertahanan Indonesia di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Usai Geledah Kantor Maktour, KPK Bongkar Dugaan Hilangnya Barang Bukti dalam Kasus Kuota Haji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








